-->

Selama Masa Pandemi, Ditjen Imigrasi Terbitkan Pembatasan Pelayanan Paspor

loading...
Lintasberita.net, Jakarta - Direktorat Jenderal Imigrasi menerbitkan kebijakan pembatasan pelayanan paspor selama masa pandemi COVID-19. Melalui Surat Edaran Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi  Nomor  IMI-GR.01.01-2114  Tahun  2020,  diterapkan  kebijakan  pembatasan pelayanan  paspor  dalam  rangka  mencegah  penyebaran  COVID-19  di  lingkungan  Kantor Imigrasi.

Skema  pembatasan  pelayanan  yaitu  Kantor  Imigrasi  hanya  melayani  permohonan  bagi pemohon  dengan  kebutuhan emergency  (orang  sakit  dan  dirujuk  ke  luar  negeri)  dan mendesak yang tidak dapat ditunda. Petugas disiagakan secara shift (sistem piket) sehingga dapat melayani pemohon dengan kebutuhan emergency dan mendesak.

Ditjen  Imigrasi  juga  menonaktifkan  Sistem  Aplikasi Pendaftaran  Antrean  Paspor Onlineuntuk  sementara.  Pada  keadaan  normal,  pemohon bisa mengajukan  antrean  melalui aplikasi  antrean  secara online.  Akan  tetapi  selama  masa  pandemi,  pemohon  hanya  bisa mendaftar setelah menghubungi saluran yang telah disediakan di Kantor Imigrasi.

Bagi pemohon paspor yang sudah selesai mengajukan permohonan dan paspornya sudah jadi dapat mengambil paspornya setelah berakhirnya masa pandemi.  Paspor yang sudah jadi, tidak akan dibatalkan meski tidak diambil lewat dari 30 hari.

Di samping itu, tidak ada denda apapun bagi pemegang paspor yang terlambat melakukan penggantian  paspor  karena  masa  berlakunya  telah  habis  dengan  syarat  paspornya disimpan dan tidak hilang.

Kebijakan ini berlaku sampai berakhirnya masa pandemi COVID-19 yang ditetapkan oleh pihak  berwenang.  Ditjen  Imigrasi  juga  mengimbau  masyarakat  untuk  saat  ini  lebih  baik #dirumahaja jika tidak ada urgensi untuk keluar rumah.

loading...
Related Posts

Show Disqus Comment Hide Disqus Comment

Disqus Comments