GM DD Pendidikan: Inilah Dua Purwarupa Kampus Masa Depan

Lintasberita.net, Jakarta - Agung Pardini, GM Sekolah Kepemimpinan Bangsa Dompet Dhuafa Pendidikan (DD Pendidikan) memiliki dua purwarupa kampus masa depan menurutnya. Hal tersebut disampaikan Agung sebagai pengantar dalam Focus Group Discussion (FGD) pada acara Education Outlook yang dihelat DD Pendidikan pada Rabu (22/1) siang di Jakarta.

“Saat ditanya tentang bagaimana purwarupa kampus di masa depan, saya telah punya dua jawaban sendiri. Dua jawaban saya tersebut adalah, pertama, kampus terbaik mampu mengelola mimpi-mimpi besar anak-anak muda terbaik. Kedua, kampus terbaik harus memiliki tata kelola pengetahuan yang juga terbaik,” papar Agung.

Meski Agung mengaku bahwa jawaban tersebut tidak ilmiah dan masih sangat subjektif, namun ia berharap kedua konsep yang digagasnya itu bisa diajukan menjadi bahan yang menarik untuk didiskusikan di era awal kepemimpinan Mendikbud yang baru. Kedua konsep kampus masa depan menurut Agung ini ia peroleh dari kunjungannya berkeliling ke kampus-kampus besar nasional dalam jangka waktu satu tahun terakhir.

Agung kemudian memaparkan lebih lanjut lagi gagasannya tersebut. Pada poin pertama, bagaimana kampus terbaik mengelola mimpi para pemuda di dalamnya. Dirinya berpandangan bahwa kampus terbaik adalah kampus yang memiliki iklim atau budaya intelektual, sehingga mampu mendorong setiap mahasiswanya untuk memiliki mimpi setinggi mungkin.

“Salah satu targetan awal dari mimpi-mimpi yang sering saya dengar dari para mahasiswa di kampus-kampus terbaik di negeri ini adalah keinginan mereka untuk mengikuti studi lanjut ke luar negeri,” ungkap Agung.  Dari sana, dirinya beranggapan bahwa kuantitas keluaran kampus yang mengambil kesempatan lanjut studi tersebut bisa menjadi salah satu ukuran keberhasilan dari suatu kampus dalam mengelola mimpi segenap civitas akademikanya.

Selanjutnya pada poin kedua, tentang tata kelola pengetahuan terbaik di kampus masa depan. Menurut Agung, prasyarat menjadi perguruan tinggi terbaik di masa depan adalah keseriusan dalam mengembangkan tata kelola pengetahuan (knowledge management) yang unggul. Kampus merupakan puncaknya peradaban, sebab ia berdiri atas konstruk beragam ilmu pengetahuan.

Karena itu, bukan hanya unit pelayanan teknis perpustakaan dan sistem informasi akademik saja yang perlu diperhatikan di kampus. “Segala fasilitas yang dibangun di dalam kampus tidak lain adalah perangkat-perangkat yang menggerakkan seluruh warga kampus untuk mencari, menemukan, menguji, memproduksi, menseminasi, dan juga untuk memanfaatkan informasi pengetahuan. Maka kekuatan sebuah perguruan tinggi salah satunya ditentukan oleh besaran informasi yang bisa dikelola,” terang Agung.

Agung juga memaparkan bagaimana Sekolah Kepemimpinan Bangsa (SKB), divisi yang dikepalainya di DD Pendidikan, memainkan peran strategis dalam mendorong terwujudnya kedua konsep di atas, terutama konsep pertama. SKB memiliki beberapa program bagi para mahasiswa, seperti beastudi ETOS ID, Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) dan YOULEAD. Kesemua program tersebut menjadi ajang rekayasa kepemimpinan untuk merawat mimpi-mimpi para pemuda terbaik bangsa ini.

Show Disqus Comment Hide Disqus Comment

Disqus Comments