Pasang Iklan Anda Disini

Cerdas Bertransportasi, Dimulai Dari Kita!

Loading...
Lintasberita.net, Jakarta - Transportasi merupakan suatu kebutuhan mendasar yang sangat diperlukan oleh semua orang dalam menunjang aktivitasnya. Hampir setiap hari semua orang menggunakan alat transportasi baik untuk bekerja, sekolah, mengangkut bahan pangan, hasil panen atau ternak, berbelanja hingga sekedar jalan-jalan, semua aktivitas itu memerlukan alat  transportasi. Transportasi sudah menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan masyarakat. Dapat dikatakan bahwa transportasi merupakan urat nadi pembangunan ekonomi suatu negara.

Terlebih dengan kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara  kepulauan  membuat Transportasi  memegang peranan penting guna memastikan mobilitas orang dan distribusi barang/jasa berjalan dengan  baik. Oleh karena itu pada masa pemerintahan Presiden JokoWidodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla  sangat fokus dalam upaya  pembangunan infrastruktur salah satunya infrastruktur transportasi.

Pembangunan infrastruktur transportasi ini dilakukan untuk mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri  dan Berkepribadian Berlandaskan  Gotong  Royong, sesuai dengan Visi Presiden Joko Widodo. Selain itu  pembangunan infrastruktur transportasi  dilakukan  guna mewujudkan Program Nawa Cita khususnya  pada Nawa Cita  Ke-3, yaitu Membangun Indonesia dari  Pinggiran  dengan Memperkuat Daerah-Daerah dan Desa dalam kerangka Negara Kesatuan dan Nawa Cita ke-6, yaitu Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing perekonomian di  pasar  internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama dengan bangsa Asia lainnya. Di sektor lain, pembangunan infrastruktur transportasi ini juga  dalam  rangka mendukung program pariwisata Indonesia melalui  pengembangan 10 Bali Baru.

Tercatat sejumlah infrastruktur  transportasi telah dibangun Kementerian Perhubungan dalam kurunwaktu  Tahun 2015-2019, diantaranya  adalah pada sektor transportasi  darat  telah dilakukan  revitalisasi terminal di  83 lokasi.Pembangunan  pelabuhan  penyeberangan  di  24 lokasi. Pemerintah juga telah membangun Bus Rapid Transit (BRT) sebanyak 2.128 dan kapal penyeberangan sebanyak 17 unit.

Pada sektor perkeretaapian,  hingga  tahun 2018  telah  dibangun  jalur  kereta  api sepanjang 719,84  Km’sp dimana ditargetkan pada tahun 2019 pembangunan  jalur  kereta  api  telah mencapai 779,47 Km’sp. Sampai dengan saat ini pemerintah terus berupaya mengembangkan pembangunanangkutan  massal  berbasis rel seperti hadirnya  LRT  dan  MRT  yang  menjadi sejarah baru dunia transportasi di Indonesia.

Pada  sektor  laut,  Kementerian  Perhubungan  telah  meningkatkan  kapasitas  24  pelabuhan  di seluruh  Indonesia untuk   mendukung   program tol laut. Pada   kurun   waktu yang sama Kementerian Perhubungan  juga  telah  menyelesaikan  pembangunan  pelabuhan  non  komersial di 136  lokasi. Upaya  mendukung  program tol  laut  lainnya  adalah  peningkatan konektivitas di daerah terpencil, tertinggal, dan terluar dengan membangun kapal perintis sebanyak 103unit.

Pada  sektor  penerbanganpada  kurun  waktu  2015-2018  terdapat  total  10  bandara  yang  telah selesai  dibangun  dan  dioperasionalkan.  Pada  tahun  2019  terdapat  5  bandara  baru  yang rencananya  akan  selesai  dibangun  dan  siap  dioperasionalkan.  Pembangunan  bandara  ini dilakukan  untuk mewujudkan  pelayanan  dan  konektivitas  nasional  khususnya  di  wilayah-wilayah pedalaman, terpencil, dan terdepan.

Namun, disadari bahwa pembangunan yang sudah dilaksanakan perlu diiringi   dengan dukungan  Sumber  Daya  Manusia(SDM)sebagai  penggerak  agar  dapat  dimanfaatkan  secara optimal. Untuk itu, sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraannya pada  Sidang  Bersama  DPD-DPR  pada 16 Agustus  2019 yang  lalu  menyebutkan  bahwa Indonesia membutuhkan SDM Unggul dalam berbagai hal.

“Kita butuh SDM unggul yang berhati Indonesia, berideologi Pancasila. Kita butuh SDM unggul yang toleran yang  berakhlak  mulia. Kita  butuh  SDM  unggul  yang  terus  belajar  bekerja  keras, berdedikasi,” kata Presiden Joko Widodo (16/8).

Menyikapi arahan Presiden tersebut maka Kementerian Perhubungan sebagai regulator bidang transportasi  juga  akan  fokus  pada  penyiapan  SDM  Transportasi  yang handal  dan  berkualitas melalui   peningkatan   mutu   pendidikan   dan   lulusan   dari   sekolah-sekolah yang dikelola Kementerian Perhubungan.

Terlebih dengan adanya perkembangan sektor transportasi yang pesat dan  modern  tentunya akan  menuntut ketersediaan SDM  transportasi yang  handal dan professional pada operator serta bijak dan cerdas sebagai user.

Diharapkan nantinya dengan ketersediaan SDM transportasi yang unggul dan berkualitas maka hasil-hasil  pembangunan infrastruktur transportasi  yang telah dilakukan pemerintah dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh masyarakat.

Bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2019 ini,Kementerian Perhubungan  kembali mengajak seluruh masyarakat  untuk  menggunakan transportasi umum sebagai  transportasi  utama  secara bijak dan cerdas, yaitu  dengan  menjaga  kebersihan, mengedepankan budaya antre, dan disiplin waktu ketika menggunakan moda transportasi baik pada moda bus, kapal laut, pesawat terbang, dan kereta api. Hal ini juga sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo sesaat  usai  meresmikan  pengoperasian Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 1 Rute Lebak Bulus –Bundaran Hotel Indonesia(HI) pada Minggu, 24 Maret 2019 yang lalu.

“Yang pertama jangan buang sampah di MRT kita, di stasiun-stasiun MRT kita. Jaga agar MRT dan stasiun-stasiun yang kita miliki tidak kotor. Jangan berdesak-desakan  kayak seperti  ini. Antre dan disiplin waktunya, antre dan disiplin waktunya. Jangan sampai pintunya mau tutup baru masuk, kejepit itu nanti.  Hati-hati, bisa kejepit pintu,” ujar Presiden.

Untuk itu Kementerian Perhubungan mengajak dan berharap semua masyarakat agar dapat mengimplementasikan ketiga pesan ini pada seluruh moda transportasi baik pada moda darat, laut, udara, dan kereta api. Maka sekali lagi mari kita menjadi  SDM Indonesia berkualitas melalui budaya bertransportasi  umum  secara bijak dan cerdas dengan  menjaga  kebersihan, antre,  dan  disiplin  waktu.  Demi terwujudnya harapan Indonesia Unggul Indonesia Maju. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.
Iklan Anda

Artikel Menarik Lainnya :

Loading...

Disqus Comments
© 2017 lintas berita - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger