Pasang Iklan Anda Disini

Anak Muda Kudu Cepat Tanggap Bencana!

Loading...
Lintasberita.net, Bogor - Karena letak geografisnya Indonesia menjadi negara paling rawan bencana di dunia, karena itulah harus dilakukan pencegahan dan penanganan bencana melalui sebuah manajemen bencana, tujuannya untuk mengurangi risiko yang terjadi ketika bencana hadir lagi.

Pada Sabtu (31/08) 115 penerima manfaat Young Leaders (YOULEAD) mengikuti sesi “Manajemen Bencana” bersama Desy Astri, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa di Aula Zona Madina Dompet Dhuafa, Bogor, Jawa Barat sebagai bagian dari Regional Leadership Training (RLT) 2019.

DMC Dompet Dhuafa merupakan program kebencanaan Divisi Relief Dompet Dhuafa sebagai garda terdepan pengelolaan kebencanaan, baik dalam maupun luar negeri. Meski baru menjajaki dunia kebencanaan namun Desy yang telah malang melintang bersama tim DMC di berbagai lokasi bencana menyampaikan jika wilayah di Indonesia selalu rawan akan bencana, menurutnya hal tersebut bisa diminimalisasi dengan sosialisasi manajemen bencana yang baik kepada publik.

“Wilayah Indonesia memang tidak aman, tetapi kita bisa belajar bagaimana cara menaggulangi bencana melalui penanganan yang benar,” ujar Desy.

Manajemen bencana, ungkap Desy, dilakukan guna mengurangi kerugian dan risiko yang mungkin terjadi dan mempercepat proses pemulihan pasca bencana. "Masalah yang DMC hadapi cukup banyak, misalnya ketika adanya bencana dan ingin mengintervensi bantuan namun tidak tahu kondisi lapangan, bahasa dan budaya lokal, dan alur birokasi di wilayah bencana maka dapat dipastikan intervensi bantuan akan  terlambat tersalurkan,” terangnya.

Memastikan manajemen bencana berjalan baik dapat dilihat dari seberapa besar masyarakat mampu mengikuti arahan yang diberikan. Seorang petugas, tandas Desy, harus memetakan terlebih dahulu kultur, kebiasaan warga setempat, dan risiko agar penyampaian sosialisasi dapat terinternalisasi dengan baik.

“Kebencanaan berbicara tentang efektivitas, respon cepat menjadi kunci utama dalam menangani bencana. Anak muda seperti kalian harus tumbuh dengan respon cepat dan bisa memaksimalisasi potensi manajemen bencana di wilayah masing-masing sehingga bisa mengajak masyarakat lokal untuk ikut aktif membantu mensosialisasikan manajemen bencana,” tutup Desy.

Young Leaders (YOULEAD) merupakan program kaderisasi pemimpin muda strategis berintegritasi berusaha mewujudkan Indonesia berdaya melalui pengembangan kepemimpinan yang ditujukan kepada aktivis mahasiswa untuk membentuk pemimpin muda dengan profil integritas yang kuat dan memiliki peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara guna mewujudkan Indonesia berdaya serta menjadi rujukan peradaban dunia. (AR)
Iklan Anda

Artikel Menarik Lainnya :

Loading...

Disqus Comments
© 2017 lintas berita - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger