Pasang Iklan Anda Disini

Poin - Poin Kebijakan Penurunan Tarif Angkutan Udara

Loading...
Lintasberita.net, Jakarta - Sebagai wujud komitmen Pemerintah dalam rangka menyediakan penerbangan murah bagi masyarakat dan wujud keberpihakan seluruh pelaku industri terkait, untuk bersama-sama menanggung beban alam penyediaan penerbangan murah yang terjangkau masyarakat.

Maka, Pemerintah bersama seluruh badan usaha terkait, yaitu Maskapai Garuda Indonesia Grup, Maskapai Lion Air Grup, Angkasa Pura I(API), Angkasa Pura II(APII), Pertamina, Perum LPPNP/AirNav Indonesia, berkomitmen untuk menyediakan penerbangan murah bagi masyarakat, melalui rangkaian kebijakan sebagai berikut:

  1. Penerbangan murah disediakan untuk jadwal tertentu (keberangkatan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul10.00-14.00), untuk penerbangan nofrills atau LowCost Carrier (LCC)domestik tipe pesawat jet, dengan penurunan tarif sebesar50% dari TBALCC, untuk 30% dari total kapasitas pesawat.
  2. Penerbangan murah disediakan oleh Maskapai Citilink (62 flight atau 3.348 seat perhari), dan Maskapai Lion Air (146 light atau 8.278 seat per hari).
  3. Kebijakan penerbangan murah ini mulai disediakan dan berlaku efektif sejak 11 Juli 2019.
  4. penerbangan murah tersebut akan mengikuti mekanisme izin rute dari Kementerian Perhubungan.
Untuk memberikan kejelasanmengenai kebijakan ditingkat teknis dan memberikan pedoman dalam pelaksanaan dilapangan, maka kesimpulan dan tindak lanjut yang harus dilakukan ditingkat teknis sebagai berikut:
  1. Pemberian penurunan tarif sebesar 50% dari TBALCC untuk sebanyak 30% dari total kapasitas pesawat, dilakukan melalui pembagian beban bersama(sharing the pain) yang melibatkan pihak Maskapai (Garuda Indonesia dan Lion Air Group), Pengelola Bandara  Kementerian Perhubungan, AP1 dan AP2), Pertamina, dan Air Nav Indonesia.
  2. Pembagian beban dilakukan atas Total- Loss akibat penurunan harga, yang dibagi secara proporsional kepada semua pihak terkait, dengan mendasarkan pada proporsi peran setiap pihak pada struktur biaya penerbangan (persentase Beban Loss-Sharing).
  3. Total-Lossa dalah besaran biaya yang menggambarkan selisih antara Harga Tiket Aktual rata-rata dijadwal tertentu, dengan besaran Harga 50% dari TBALCC dijadwal tertentu.
  4. Komponen biaya Total-Lossadalah: 
  • Actual fuelburnt untuk flight penerbangan dijadwal tertentu (Pertamina) 
  • Enroute-  Charge dan Terminal Navigation Charge untuk flight penerbangan dijadwal tertentu (Air Nav Indonesia) 
  • Parking-fee pada saat Departure dan Landing-fee pada saat Arrival, untuk flight penerbangan dijadwal tertentu (Kementerian Perhubungan, AP1 dan AP2) d)Selisih dari Total-Loss dikurangi komponen biaya1), 2) dan 3)diatas (Maskapai: Garuda  Indonesia Group dan Lion Air Group). 
Mengingat pentingnya Kebijakan Penurunan Harga Tiket Angkutan Udaraini untuk mendukung kinerja perekonomian nasional Indonesia, Pemerintah meminta semua pihak terkait mematuhi dan mendukung pelaksanaan serta implementasi kebijakan tersebut.
Iklan Anda

Artikel Menarik Lainnya :

Loading...

Disqus Comments
© 2017 lintas berita - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger