1.753 Guru Honorer Terima Insentif, Sampaikan Terima Kasih

Lintasberita.net, Tarakan - Sebanyak 1.753 guru honorer di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, akhirnya bisa merasakan keceriaan. Pasalnya, dana insentif mereka yang ngadat selama tujuh bulan akhirnya cair juga.

Pencairan tersebut berlangsung Rabu (27/12). Para guru honorer baik guru PAUD, TK, SD hingga SMP sangat antusias saat pencairan insentif tersebut. Mereka berjubel untuk bisa mendapatkan haknya.

Berdasarkan berita dikutip dari JPNN.com, terlihat ratusan guru honor menyambangi Kantor Wali Kota Tarakan. Kedatangan mereka ini ternyata untuk sekadar bertemu Wali Kota Sofian Raga untuk menyampaikan rasa terimakasih. Tak lama, mereka pun kembali.

Jumiantin (47) Salah seorang guru honorer SD saat ditemui mengatakan, tunjangan insentifnya yang telah cair tahun 2017 adalah empat bulan. Sedangkan untuk di tahun 2016 sebanyak tiga bulan. Sehingga total tunjangan yang diterima sebanyak Rp 4,9 juta.

“Yang dicairkan sebanyak 7 bulan kerja, baik tunggakan tahun lalu maupun 2017 ini. Insentif tersebut sudah ditransfer ke setiap guru melalui sekolah sejak Rabu,” ungkap Jumiantin.

Adapun tunjangan Jumiantin untuk per bulannya, hanya Rp 700 ribu. Selama kurang lebih 10 tahun menjadi tenaga pendidik ia pun merasa bersyukur karena insentif tersebut sangat berguna bagi keluarganya.

“Untuk membayar utang-utang yang sudah menumpuk. Apalagi kebutuhan anak-anak yang banyak,” ungkapnya.

Dengan adanya pencairan tersebut, Jumiantin berharap tunjangan berikutnya tidak macet lagi. Mengingat tunjangan inilah yang menjadi tumpuannya.

“Makanya saat pertemuan teman-teman meminta kepada Pemkot Tarakan agar dapat memenuhi hak-hak para guru honor. Sebab, hanya insentif yang mereka andalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup,” bebernya.

Sebenarnya tidak hanya guru honorer saja yang menerima, tenaga kependidikan seperti mereka yang bekerja di bagian tata usaha (TU) juga mendapatkannya. Sebelumnya, mereka juga belum menikmati insentif mereka selama 7 bulan.

Hanya saja, untuk pegawai tenaga kependidikan, honor yang diterima lebih kecil, yakni Rp 500 ribu per bulan. Sehingga jika insentif yang diterima keseluruhan sebesar Rp 3,5 juta.

“Sudah cair semua. Kami datang ke pemkot hanya untuk memberikan ucapan terima kasih,” ucap Wahab, yang merupakan pegawai TU di SMP Negeri 2 Tarakan ini.

Sementara itu, Koordinator Forum PTK Tarakan Rahmat Hidayat menjelaskan, ada 1.753 guru honorer dan tenaga kependidikan baik yang mengajar di sekolah negeri maupun swasta, yang sudah dibayarkan insentifnya.

“Alhamdulillah, kami terima kasih kepada Wali Kota dan Sekda,” kata Rahmat.

Diakui Rahmat, sebelumnya ia dan rekan-rekan guru selalu menerima tepat uang insentif setiap tiga bulan sekali.

“Baru tahun ini dan tiga bulan terakhir ada keterlambatan dalam pembayaran tunjangan kami,” lanjutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Tarakan Sofian Raga mejelaskan tidak ada niat menunda pencairan insentif PTK. Namun, kondisi keuangan yang dialami Pemkot Tarakan memaksa harus dilakukan penundaan.

“Niat kami memang tidak seperti itu, kami maunya on time. Tapi ini tentu jadi bahan evaluasi kita bersama. Saya terima kasih juga para PTK atas kesabarannya dan sudah kami realisasikan,” kata Sofian Raga.

Ia pun menjamin telah menyiapkan anggaran untuk insentif PTK di tahun depan. Jika tidak ada kendala seperti tahun ini, Pemkot Tarakan berupaya membayar tepat waktu.

Namun, Sofian tidak mengetahui persis berapa jumlah anggaran yang disiapkan untuk insentif PTK.

Tidak hanya insentif, Pemkot Tarakan juga akan mengikutsertakan PTK dalam peserta BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan mulai tahun depan, sebagai bagian dari perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan pegawai honorer.

“Saya sudah minta kepada sekretaris daerah supaya diperhatikan semuanya. Jadi bukan hanya insentif, tapi juga bantuan operasional sekolah dan lain-lain, semuanya diurus,” pungkasnya.(eru/lim)

Berita Terkait:

BERITA LAINNYA:

loading...
Disqus Comments
© 2017 lintas berita - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger