Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Reza Affandi menjadi perwakilan Indonesia dalam Professional Research and Exchange Training


Lintasberita.net, SURABAYA- Mahasiswa Indonesia kembali menunjukkan prestasinya di kancah Internasional.

Mohammad Reza Affandi menjadi perwakilan Indonesia dalam Professional Research and Exchange
Training (PRET) 10-15 Agustus 2017 di Taiwan. PRET merupakan salah satu training yang berfokus
pada persiapan, manajemen, dan upgrading pengetahuan di bidang pertukaran riset dan mahasiswa
kedokteran. Training ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang minimal memiliki peran di organisasi kedokteran di negaranya, seperti koordinator lokal atau bahkan nasional, dan tidak menutup juga bagi mahasiswa yang memiliki rencana exchange dalam waktu dekat.

Professional Research and Exchange Training (PRET) merupakan bagian dari International Federation of Medical Student Association (IFMSA). Acara ini merupakan acara tahunan (dan beberapa Regio dua tahunan) yang diadakan oleh IFMSA untuk mencetak trainer-trainer baru IFMSA. Trainer tersebut berperan untuk menyatukan pergerakan kegiatan mahasiswa kedokteran di seluruh dunia.

Biasanya training tersebut diadakan di masing-masing Regio dari lima Regio IFMSA, yaitu Asia Pasifik, East Mediterania, Afrika, America, dan Eropa. Kali ini, training Regio Asia Pasifik diadakan di Taiwan. Meskipun tingkatnya Asia Pasifik, namun pesertanya boleh diikuti oleh Regio lainnya.
 
Reza, sapaan akrabnya merupakan salah satu penerima manfaat Beasiswa Kemitraan antara Dompet
Dhuafa dengan PTT Exploration and Production (PTTEP) yang sedang menempuh pendidikan
Kedokteran di Universitas Airlangga, Surabaya. Ia berhasil mewakili Indonesia dalam kegiatan ini
setelah melalui proses seleksi yang cukup sulit. Setiap mahasiswa kedokteran dari seluruh dunia
yang mendaftar dalam training ini diharuskan mengirimkan CV dan bukti pengalaman lainnya,
motivation letter, dan rekomendasi. Hanya sekitar 20 mahasiswa dari seluruh dunia yang dapat
diterima untuk mengikuti training. Mahasiswa yang diterima, dari paling dominan, adalah
mahasiswa Taiwan, Indonesia, Hongkong, Thailand, Polandia, Iraq, India, Sudan, Etiophia, dan
Malaysia.

Reza akhirnya lulus sebagai calon trainer IFMSA di bidang riset dan exchange. Kelulusan tersebut
kemudian harus tersertifikasi dengan minimal telah menyampaikan materi training di wilayah
masing-masing, maksimal enam bulan setelah kepulangan. Sertifikasi tersebut menjadi bukti
keahlian dan kemampuan sehingga dapat diaplikasikan di wilayah masing-masing. Dapat juga
digunakan sebagai syarat trainer untuk sub regional training di Regio lain. Melalui prestasi ini
diharapkan kelak Reza dapat memberikan training kedokteran bidang riset dan exchange, sehingga
mampu mencetak dokter yang berkualitas bidang riset dan exchange di Indonesia. (PM)
Iklan Anda Have you ever dreamed to live in Vanuatu? Well, your dreams may come true! Visit the site https://vrp-mena.com/lang/index.php to learn how it is possible. Musical Source provides the most up-to-date information on synthesizers for sale at Amazon in the UK. For more details visit this site: https://www.musicalsource.co.uk/synthesizers.php

Artikel Menarik Lainnya :

Loading...

Disqus Comments
© 2017 lintas berita - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger