Ayah Bejat Perkosa Anak Tiri Hingga Hamil

Lintasberita.net, Rimba Melintang - Reskrim Rokan Hilir menangkap pria paruh baya, Muk alias Utar (52), warga Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Dia diduga melakukan perbuatan cabul terhadap anak tirinya yang berusia 14 tahun.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Hendry Posma Lubis mengatakan, perbuatan tak terpuji itu sudah lama dilakukan tersangka. "Korban masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Akibat perbuatan ayah tirinya itu, saat ini korban sedang hamil," kata Posma seperti dilansir merdeka.com, Jumat (2/6).

Meski terus menerus ditutupi, perbuatan bejat bapak tiri itu akhirnya terbongkar pada Rabu (31/5) saat ibu korban EW (39) merasa curiga dengan perubahan fisik putri kandungnya. Setelah didesak, korban akhirnya menceritakan bahwa dia sedang mengandung akibat diperkosa ayah tirinya.

"Ibu korban curiga melihat perut anaknya membesar, kemudian ketika ditanya awalnya tidak mau mengaku. Akhirnya korban didesak dan bercerita tentang apa yang dialaminya," kata Posma.

Korban meminta agar sang ibu tidak memarahinya dan tidak memukul setelah menceritakan perbuatan bapaknya itu. Ibu korban sedih dan kaget mendengar pengakuan sang anak dengan polosnya. Sang ibu sempat menanyakan kepada suaminya, namun dibantah. Keesokan harinya, pelaku mengajak korban untuk pulang ke kampung dan menikahinya. EW yang melihat dan mendengar suaminya berkata seperti itu langsung sakit hati.

Dia tak dapat membendung emosi dan mengajak anaknya untuk melapor kejadian itu ke polisi. Kepada polisi korban mengakui bahwa ayah tirinya sudah empat kali memaksanya untuk melayani nafsunya. Perbuatan itu dilakukan pelaku saat istrinya tidak berada di rumah.

Pelaku kabur dari rumah menuju Kecamatan Bagansiapiapi. Polisi yang mendapatkan informasi keberadaan pelaku langsung mencari dan berhasil meringkusnya.

"Tersangka akhirnya ditangkap ketika sedang di rumah salah seorang saudaranya dan langsung dibawa ke Polsek Rimba Melintang untuk proses penyidikan lebih lanjut," terang Posma.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 76 D juncto pasal 81 ayat (1) jo pasal 76E jo pasal 82 ayat (1) Undang-undang RI No 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak.
loading...

Berita Terkait:

Info Lainnya:

loading...
Disqus Comments
© 2017 lintas berita - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger