Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Gowes Touring Pesona Nusantara 2017: Taklukan Tanjakan Terjal Bener Meriah Seraya Menapak Tilas Situs-Situs Sejarah

Lintasberita.net, Bireun – Tim Gowes Touring Pesona Nusantara (GTPN) menyusuri rute yang dinilai paling berat di antara semua rute yang harus dijelajahi selama Etape 1 sekarang. Rute perjalanan dari Bireuen sampai Takengon yang ditempuh di hari keempat mirip dengan Route Audax Bromo 100 km, dimana tim harus Gowes ke daerah pegunungan setinggi 1500 mdpl. Sebuang ketinggian yang lebih tinggi dari rute Puncak Pada yang ketinggiannya mencapai 1100 m dpl.

Meski secara fisik rute hari keempat ini merupakan rute yang menantang dan melelahkan fisik tapi dari sisi batin dan pengetahuan sangat bermakna. Pasalnya rute yang dilewati selain memaparkan pemandangan pegunungan daerah Aceh yang indah juga mengajak tim Gowes Touring menapak tilas sejarah bangsa yang sangat berharga untuk disosialisasikan kepada khalayak yang menyimak perjalanan tim GTPN ini.

Masih di awal perjalanan rute Bireuen-Takengon, di perbukitan yang menjorok di antara himpitan gunung yang kokoh di antara sudut tikungan tepatnya di kilometer 29 di Kecamatan Juli, Bireuen, tim Gowes Touring melewati situs sejarah yang bernama Cot Panglima. Di zaman perjuangan dulu, di sinilah, Panglima Divisi X, Kolonel Hussein Yusuf menyempatkan diri beristirahat, kala mengangkut peralatan Radio Rimba Raya ke wilayah Aceh Tengah, kini Bener Meriah pada 1948.

“Dulu disini disiarkan Radio Perjuangan yang menandakan Indonesia belum dikuasai Belanda sepenuhnya. Menjadi tonggak perjuangan diplomasi yang sangat berarti bagi negeri ini,” jelas Ketua Tim Gowes Budi Yakin berbagai pengetahuan sejarah yang diketahuinya.

Bahkan tak hanya sejarah masa perjuangan Indonesia, di Kabupaten Bener Meriah ini juga menyajikan sejarah modern dan aktual. Misalnya fakta sejarah tentang Presiden RI Jokowi yang ternyata sempat meniti awal karir di daerah Aceh.

Di masa mudanya dulu, Presiden Jokowi sempat tinggal di Bener Meriah kurang lebih 3 tahun lamanya untuk bekerja di PT Kertas Kraft Aceh, sekitar tahun 1986-1988. Meski rumah yang dulu pernah ditinggali beliau telah digusur demi pengembangan Bandara Rembele, namun Jokowi sempat memiliki Bapak Angkat bernama H. Nurdin yang masih hidup dan tinggal di Bener Meriah hingga sekarang.

Daerah yang dulunya sempat disebut dengan Aceh Tengah ini tak sekedar menyajikan pengetahuan situs sejarah kepada tim Gowes Touring, dipimpin langsung oleh Bapak Bupati, segenap jajaran Pemda Bener Meriah memberikan sambutan yang luar biasa di perbatasan Takengon – Bener Meriah dan memberikan pengawalan yang benar-benar sesuai dengan SOP yang ditentukan.

Kabupaten Bener Meriah terbukti benar-benar dirasakan meriah oleh tim Gowes Touring sehingga mampu meredam rasa lelah dalam menjelajah tantangan terberat di etape 1 sekarang. (Rohmah Sugiarti)

Keterangan Foto: 
Tim GTPN di sambutan luar biasa di perbatasan takengon dan bener meriah oleh jajaran pemda Aceh Tengah | Foto: GTPN/Dwie Bahari
Iklan Anda Have you ever dreamed to live in Vanuatu? Well, your dreams may come true! Visit the site https://vrp-mena.com/lang/index.php to learn how it is possible. Musical Source provides the most up-to-date information on synthesizers for sale at Amazon in the UK. For more details visit this site: https://www.musicalsource.co.uk/synthesizers.php

Artikel Menarik Lainnya :

Loading...

Disqus Comments
© 2017 lintas berita - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger