May Day, KSBSI Gelar Kirab Budaya Bersama Lembaga Tripartit


Lintasberita.net, Jakarta - Peringatan 1 Mei sebagai hari buruh internasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan May Day sangat lekat dengan peristiwa yang terjadi di lapangan Haymarket, Chicago, Illinois, Amerika Serikat (AS) pada 4 Mei 1886. Saat itu sekitar 300-400 ribu orang buruh bergabung dengan organisasi pekerja yang dikenal sebagai ‘Knights of Labour' bercita-cita menghentikan dominasi kaum borjuis. Perjuangan yang dimulai sejak 1830 memiliki target untuk mengurangi jam kerja buruh dari 10 jam atau lebih hingga menjadi 3 bagian yakni delapan jam kerja, delapan jam rekreasi, dan delapan jam istirahat.
Perjuangan yang dipimpin oleh Albert Parsons dan August Spies tersebut membuahkan hasil meskipun memakan korban sebagai dampak perjuangan buruh tersebut, yang dikenang hingga saat ini.

Sementara di Indonesia, gerakan awal serikat buruh yang didominasi petani pada awal tahun 1990an dipimpin  oleh tokoh kiri, Semaoen. perjuangan panjang buruh sejak tahun 1966 menuntut May Day sebagai hari libur baru berhasil pada tahun 2013 di ujung pemerintahan Presiden RI kala itu Susilo bambang Yudhoyono (SBY). 

Saat itu gerakan buruh Indonesia dikenal sebagai Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) yang diprakarsai oleh KSBSI, KSPSI, KSPI dan beberapa serikat lainnya mengancam akan melakukan mogok nasional apabila permintaan buruh tidak dipenuhi. Presiden SBY gamang dan akhirnya memenuhi permintaan buruh Indonesia, tentu saja dengan perhitungan politik yang matang jelang Pemilu Presiden 2014 yang dimenangi oleh mantan Gubernur DKI Jakarta kala itu, Joko Widodo.

4 tahun pasca 1 Mei dijadikan hari libur Nasional, tentu saja perjuangan buruh belum semuanya berhasil. Praktik kerja outsourcing, pemberangusan serikat buruh, sistem kerja kontrak yang tak berkesudahan, sistem jaminan sosial yang belum merata, sistem pengupahan yang selalu tidak mencukupi karena tingginya kebutuhan hidup, dan lain sebagainya.

KSBSI tentu tidak tutup mata dengan situasi tersebut dan tetap konsisten memperjuangkan hak-hak buruh Indonesia, tetapi pada May Day kali ini, pola perjuangan KSBSI akan lebih ditekankan pada dialog sosial, seperti kegiatan kirab budaya dan bantuan sosial bagi buruh dan masyarakat di Jakarta Timur bekerja sama dengan pemerintah dan pengusaha, atau biasa disebut dengan LKS Tripartit.

KSBSI melihat pola perlawanan yang majemuk tidak selalu membuahkan hasil maksimal, perlu peningkatan kerja sama dengan lembaga-lembaga terkait demi memperjuangkan kesejahteraan buruh Indonesia dimulai dari ibukota negara dan mengakomodir buruh dan masyarakat miskin.

Kegiatan kirab budaya tersebut akan diadakan pada tanggal 1 Mei 2017 di kantor Walikota Jakarta Timur bersama seribuan buruh dari DKI Jakarta dengan semua unsur LKS Tripartit berpartisipasi aktif di dalamnya.
Have you ever dreamed to live in Vanuatu? Well, your dreams may come true! Visit the site https://vrp-mena.com/lang/index.php to learn how it is possible. Musical Source provides the most up-to-date information on synthesizers for sale at Amazon in the UK. For more details visit this site: https://www.musicalsource.co.uk/synthesizers.php

Artikel Menarik Lainnya :

Loading...

Disqus Comments
© 2017 lintas berita - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger