-->
loading...

Suparman Menangis Saat Menemui Warga Rohul Yang Datang Menemuinya

loading...
kedatangan suparman di pekanbaru
Suparman melambaikan tangan Foto: Riaupos.co/Lintasberita
Lintasberita.net, PEKANBARU - Kedatangan Bupati non aktif Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Suparman di Rutan Kelas II B Pekanbaru, Jalan Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya disambut histeris oleh ratusan warga. Dengan pengawalan ketat anggota kepolisian dan Korps Brimob, ia sampai sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebelum diserah terimakan oleh penyidik KPK, ia pun diberikan kesempatan untuk berbicara dengan warga Rohul.

Tak terbendung. Bola matanya memerah. Air matanya jatuh berlinang membasahi wajah.

Sekitar 300-an warga simpatisan Bupati Rokan Hulu (Rohul) non aktif Suparman memadati sepanjang Jalan Rutan Sialang Bungkuk, Selasa (4/10).

 Dengan membawa beberapa spanduk bertuliskan keinginan agar sang Bupati kembali memimpin warga sudah menantikan Suparman datang. Bahkan kedatangan warga dari Rohul ke Pekanbaru, tepatnya ke Rutan Sialang Bungkuk sudah sejak pukul 08.00 WIB.

Kapolresta Pekanbaru Kombespol Toni Hermawan yang ditemui Riau Pos mengatakan, setidaknya ada 5 pleton anggota pengamanan. ‘’Ya mereka (warga,red) ada yang sudah datang sejak pukul 08.00 WIB pagi. Datangnya seperti air menetes. Satu-satu, sampai sore ramai. Ada sekitar 300-an orang lah kalau tidak salah tadi,” tutur Toni.

Sekitar pukul 16.00 WIB, mobil yang ditumpangi Suparman dan Johar Firdaus datang. Dengan dikawal ketat aparat kepolisian ia masuk ke areal Rutan. Teriakan warga pendukung Suparman pecah. Bersama penyidik KPK, ia dan Johar Firdaus langsung digiring ke dalam rumah tahanan (Rutan).

‘’Kami ingin berbicara dengan bupati kami. Tolong kasih kami izin,” teriak salah seorang warga yang hanya bisa berdiri dari luar pagar Rutan. Sekitar 10 menit, Suparman berada di dalam rutan, akhirnya ia keluar dan diberi izin oleh penyidik KPK sebelum diserah terimakan kepada pihak rutan. Tapi hanya sendiri. Sedangkan Johar Firdaus masih berada di dalam Rutan. Melalui sebuah pengeras suara ia mulai bicara.

‘’Kalau saya bersalah hukumlah saya. Jika kita benar tegakan keadilan. Saya imbau warga Rohul tertib dan taat hukum. Mari kita pulang jangan timbulkan masalah baru,’’ sebutnya.

Suparman sempat berhenti berbicara. Di tengah pengawalan ketat kepolisian, dari depan pintu masuk rutan dipandanginya jauh ratusan warga yang berada diseberang pagar. Mukanya mulai memerah. Tampak dari ekpresi wajahnya seperti menahan tangis. Akhirnya tidak terbendung juga. Tetesan air matanya jatuh memunuhi pelupuk matanya hingga wajah.

Source: Riaupos
------- IKLAN ANDA DISINI ---------

Related Posts

Show Disqus Comment Hide Disqus Comment

Disqus Comments