$type=slider$snippet=hide$cate=0

#lintasberita #pilkada 212 411 4g aau aceh admin Adnan Januzaj agama agenda agnes mo ahok alam mayang alfamart alokasi cpns amalan amerika amsterdam anak anak negeri android aneh angker anime annas maamun Antasari Azhar apbd-p aplikasi apple apple music arab saudi arema arsenal artikel artis as roma asap asia asian game astana asuransi asus asusila atletico atletik awet backlink badminton bali balikpapan bandar lampung bandung bangka bangka belitung bangkok banjar baru banten banyuwangi barca barcelona batam batang bau badan bbm beasiswa beijing bekasi belitung bengkulu berita berita daerah berita oto berita video bhayangkara bima BIN bisnis bkn blitar blogger bmw bnn bogor bom bontang borneo fc boyolali BRASIL bri brussel budi anduk buku pelajaran bulukumba bulutangkis bumn bungur sari busyro cabe cabup cakung Cal Crutchlow california calon kpk capres ceo cerita champion chealsea china cianjur cilacap cileungsi cirebon copa amerika cpns cpo Cristiano Ronaldo curanmor daerah dayung dbd delaware deli serdang denpasar despro dewik persik diabetes dirgahayu dki dkpp dokter dompet dhuafa doping dpr ri dprd dublin dumai dunia e-ktp EgyptAir ekonomi elly tran ha entertainment eropa F1 fakta features film Florence food formula 1 fujian gadget gafatar gamers gardu garut gaya gayus gaza gerindra Gious nainggolan global golkar google gool gorontalo gosip gp guru hacker Hadasari haji halmahera hantu hardworker harganas Hashim Djojohadikusumo hatta healt heboh hijab hikmah hlun honda honorer huawei hukum hukum islam humaniora hutri hutrohul idf2018 iklanbaris imigran india infopublik inhil Inspiratif inter internasional internet ipdn iphone iptek isis islami israil istana isuzu it jabar jabodetabek jadwal jakarta jalan jambi jateng jatim jatinegara jejak jember jepang jerman jessica jilboob jimly jk jkt48 jokowi jombang judika jus buah juventus k2 kabun kalbar kalsel kaltara kalteng kaltim karaoke karate karir kartini katingan kdrt kebakaran keluarga kepercayaan kepri kepulauan Kepulauan Seribu kesehatan kesenian kesuburan keuangan kisah klaten knpi kolombia kominfo kompetisi komputer komunitas koni korea utara korupsi kpk kpu kriminal dan hukum kuansing kuliah kuliner kurs lakalantas lalulintas lampung layanan publik lebaran legislatif lg libur libya lifestyle liga eropa liga indonesia liga inggris liga spanyol lingkungan lion liverpool lombok longsor lowongan madrid madura mahasiswi makassar makkah makro malang malaysia maluku utara malware mamiek manado manchester Mariah Carey martapura maskapai mataram MEA medan mediaoutreach medsos megawati merauke metro mh17 mh370 microsoft mie instan milwaukee mimika mk mnc moge moneter motifasi motivasi moto gp movie mtq mualaf mudik muhammad ali mui muri musi rawas musik nanas nasional natuna navas new delhi new york news ngantuk Nick Cannon Nissan Grand Livina ntb ntt nusa nyamuk nyesel Ogan Komering Ilir ohara olah raga opini otomotif padang padang sidempuan pajak pajero pakistan palangkaraya palembang palestina pamekasan pandeglang pangkalan kerinci panti pijat papua pariwisata pasaman pasir pengaraian payakumbuh pdip pekanbaru pelantikan pelecehan pemerintah pemerintahan pemilu penajam pendidikan penelitian pengetahuan Pennsylvnia perda perempuan peristiwa persebaya persela persib persija persipura pertamina pertanian piala aff piala bhayangkara piala dunia piala eropa pilkada pilpres pln pns pokemon polantas polda politik polri polsek pon XIX pontianak Power Rangers prabowo presiden prostitusi proyek psms pssi psu puerto rico puisi pupns purwakarta ramadhan rampok rasionalisasi rasuah razia real sociedad regional relationship rengat review ri riau rinjani rio 2016 road racing robin williams rohil rohul rokan hilir rokan hulu rri sains samarinda sarinah satpol pp sawit sby se SEA Games sehat sekolah selat panjang seleb selebriti semarang sepak bola sepang sergai serice seva.id sex sexy siak siaran pers sibolga sidoarjo simalungun sintang situs radikal skotlandia smartphone solo sosial spo sepak bola sport subaru subsidi sukabumi sukoharjo sulsel sumatera sumbar sumsel sumut surabaya susi similikiti taipei Taiwan tanjung pinang tanzania tegal tek teknologi telkom tembilahan terbakar teroris thailand tiktok timnas timur tengah tiongkok tips tirawuta tni kb kes tokoh tol top 10 toraja touring tradisi trans sumatera travel tri trik tsaqofah turki tutorial U19 uang ujung batu ukm ulama ultra LTE UN unik uu it uu pilkada uu terotisme valentin vertigo video wanita warga waringin warnet whatsapp wisata woman wtn xiaomi yahoo yamaha yogyakarta yogyakata youtube zina Zlatan Ibrahimovic

Dokter Tanpa Papan Nama

Dokter Tanpa Papan Nama

Lintasberita.net, MEDAN - Sebuah bangunan tua di kawasan Jln. Puri Medan, Kelurahan Komat, Kecamatan Medan Area, Medan Sumatera Utara, kerap didatangi orang-orang yang mengendarai becak, sepeda motor, hingga mobil. Mereka adalah pasien seorang dokter yang akrab disapa Buya. Nama lengkap sang dokter dengan deretan gelarnya adalah Prof. Dr. Aznan Lelo Ph.D, Sp.FK.

Di kediamannya itu, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) ini membuka praktik tanpa memasang papan nama, kepada pasiennya dia tidak memasang tarif. Pasien membayar jasa konsultasi dan obat racikannya sesuka hati. Resepnya untuk obat apotek pun terjangkau. Cukup fenomenal, kontras dengan umumnya dokter, apalagi di kota-kota besar.

Mengisi amplop sekehendak hati

Biasanya praktik buka pukul 17.00 WIB. Ada pasien yang datang dan mendaftar sejak siang kemudian pergi, banyak pula yang datang langsung mendaftar dan menunggu giliran. Ruang tunggu yang juga bagian dari garasi itu kadang dipenuhi pasien, sesuai giliran mereka masuk ke ruang praktik berukuran minimalis.

Di meja registrasi di ujung garasi itu disediakan amplop-amplop putih bergaris putih biru-merah. Pasien yang sudah sering datang tahu cara dan jumlah pengisian amplop untuk tarif "ikhlas hati" itu. Amplop yang sudah diisi dibawa masuk ke ruang praktik saat diperiksa, dan seusai pemeriksaan ditinggal di meja dr. Aznan. Bagi yang belum tahu dan menanyakan biaya, ada kalanya kena semprot kegusaran dan ketersinggungan Pak Dokter.

Prof. Dr. Aznan Lelo Ph.D, Sp.FK


Kadang dr. Aznan memberikan obat hasil racikannya sendiri, kadang pula menuliskan resep. Obat-obat yang dipilihnya pun generik, bisa diperoleh di banyak apotek dengan harga terjangkau.

Andi (30), seorang kontraktor yang tinggal di Jln. Eka Rasmi, Kelurahan Gedung Johor Medan, yang datang dengan mobil APV putih, mengatakan, alasan utama membawa tiga anaknya ke dr. Aznan bukan hanya karena sang dokter tidak mematok tarif. Tapi ia betul-betul percaya pada kualitas dokter itu. Hari itu ketiga anaknya menderita batuk pilek.

"Tiga anak saya ini dulu punya penyakit kelenjar di leherny Dokter lain yang pernah saya datangi memvonis harus diambil tindakan medis. Tapi alhamdulillah, sama Buya tidak. Waktu itu pengobatannya selama enam bulan, dan radang kelenjar pada tiga anak saya sembuh," kata Andi.

Ia menuturkan, metode pengobatan yang dilakukan dr. Aznan sangat teratur dan bagus karena punya keahlian meracik obat. "kalau dokter lain resep obatnya mahal. Di sini obat yang diresepkan Biaya relatif terjangkau kita bisa dapat di apotek mana saja. Komposisi obatnya saya rasa sangat tepat, karena beliau sendiri ahli farmakologi,"

Sebagai pasien yang sudah sering berobat kepada dr. Aznan, Andi cukup tahu diri mengisi amplop. "Saya sewajarnyalah, apalagi kalau anak kita sudah sehat, maka kalau ada rezeki kita tambah, kalau tak ada ya ala kadarnya."

Ia menilai dokter Aznan juga rajin bersedekah. "karena sudah lama kenal, pernah juga membuka amplop dari pasien di depan saya. Saya lihat bahkan ada yang memberi Rp. 5.000. Pernah uang dari amplop pasien dibelikan durian untuk dimakan sama-sama, "ujarnya"

Membandingkan dr. Aznan dengan dokter lain, Andi berkomentar, "Waduh, kalau di luar sana, untuk dokter anak saja, sekali konsultasi bisa Rp. 200.000. Itu lain obat yang terkadang kan ada dokter yang komersil, diresepkan kepada kita brand tertentu yang susah kita cari, mau tidak mau kita beli dari apoteknya.

Pendapat senada diungkapkan Restu Manik, (30) warga Jln. Siriaon, Mandala By Pass, Medan. Restu, karyawan di PT Media Elektronik, mengaku pada 2005 divonis dokter THT (telinga hidung tenggorokan) mengidap polip pada hidungnya dan harus menjalani operasi kecil.

Dari temannya ia tahu praktik dokter Aznan, kemudian dia datangi. "Alhamdulillah, setelah minum obat resep dari Buya, polipku sembuh dalam empat bulan."

Dari pengalamannya berobat ke dr. Aznan, Restu menceritakan pasien datang dari pelbagai tempat. Dari Aceh, Padang Sidimpuan, Rantau Prapat, dsb.

"ada pasien dimrahi. Dia nanya berapa biaya berobatnya, terus kena sental (dimarahi) sama Buya, "udah gak usa bayar aja, kata Buya, " cerita Restu.

Menurut pengakuan Restu, sekali berobat ia memasukkan Rp. 25 ribu, kadang Rp. 30 ribu dalam amplop. "beginilah dokter yang kita inginkan, arif, bijaksana dan tidak komersil."

Belum punya rumah

Apa motivasi sang profeser doktor tidak mematok biaya konsultasi, mengingat dari pengakuannya, dia tidak punya rumah sendiri?

Memang ada satu rumah BTN yang dibelinya secara kredit sejak 1981 di kawasan Johor, tapi tidak sempat ia nikmati. "Oh, aku sampai sekarang tak punya rumah, biar kau tahu. Ini rumah mertuaku, yang ada di kampus USU itu kan rumahnya USU. Adapun rumah BTN yang dulu kucicil dari RISPA, tak sempat kunikmati karena disewakan," ujar Aznan.

Aznan yang tak terlalu bernafsu memikirkan harta duniawi. Prinsip hidupnya sederhana, "Aku yang penting tak ada utang, itu saja prinsipku."

Prinsip itu telah tertanam di dalam dirinya sejak kecil. Hingga dewasa, prinsip itu terus dia pegang menjadi keyakinan. "Allah sudah mengatakan bahwa dia itu Arrahman Arrahim (Maha Pengasih dan Maha Penyayang) dan Allah Khairurrazikin (pemberi rezeki yang paling canggih, palking baik, tak ada duaNya). Dari kecil sudah disampaikan dan hingga sekarang masuk di otakku, masuk di keyakinanku, bahwa langkah, rezeki, pertemuan, maut, hanya Allah yang tahu. Aku tak tahu Allah itu telah mempersiapkan berapa banyak rezeki samaku dan seberapa untuk kau. Dan aku tidak akan mati, kau juga tidak akan mati sebelum rezeki yang diberi Allah itu kita habiskan," kata ayah tiga anak yang makin yakin dengan jalan pelayanan yang dia tempuh sepulang meraih gelar Ph.D. di Australia pada 1987.

Dituding ekstrimis

Sebelum berangkat ke Australia sekitar 1983, Aznan menghadapi tantangan yang cukup besar. Ia dicekal pemerintah, tidak boleh ke luar negeri karena dituding sebagai ekstrimis.

"Dari tahun 1980 sudah ada panggilan agar aku berangkat ke Australia untuk mengambil Ph.D. Tapi ternyata di negeriku yang amat sangat tercinta ini, aku disebut ekstrimis. Aku kena cekal, dikatakan Islam ekstrimis, sama waktu itu dengan orang-orang yang tidak boleh berpergian ke luar negeri," kisahnya.

Aznan sempat patah arang untuk belajar ke Australia. Namun, setelah ia meminta nasihat kepada ustaz, optimismenya muncul lagi. "kata ustaz, "tak beriman kau Aznan, andaikata rezeki itu memang disiapkan untuk kau ke sana (Australia). Itu artinya kau akan sampai, walaupun kau kesana naik kereta api," katanya mengenang.

"Berarti, kalau memang ada rezekiku di Australia, artinya aku akan tetap sampai kesana. Kalau ada sepiring nasiku di sana , aku harus sampai kesana untuk menghabiskan sepiring nasi tadi,": tegasnya.
Hikmah yang dipetik dari pengalaman itu, lanjut Aznan, dalam kehidupan ini manusia tak usah selalu heboh. Sebab pada dasarnya rezeki masing-masing orang sudah ditentukan Yang Maha Esa. "Tak perlu heboh kali, buka praktik di sana-sini. Sudah, kerja ajalah yang baik. Apa kerja kau, wartawan, berprofesilah kau sebagai wartawan. Aku dokter, berprofesilah aku sebagai dokter. Jangan nanti penampilan ustaz, tapi tujuannya ngambil duit, penampilan wartawan tujuannya ngambil duit, penampilan dokter tujuannya ngambil duit, guru ngambil duit, polisi ngambil duit, hakim ngambil duit, pengacara ngambil duit. Itu salah!"

Dokter bagi aznan, adalah profesi yang tidak boleh menetapkan tarif jasa pembayaran. Sama halnya seperti dua profesi lainnya, yakni pengacara dan guru. "Yang datang ke pengacara itu kan orang meminta nasihat, datang ke guru karena orang mau belajar, datang ke dokter karena orang mau minta pengobatan. Jangan dibilang, eh sudah kutolong kau, mana duitnya. Itu tidak boleh. Terkecuali karena ilmu kita dia pintar lalu dia kaya, terus dia memberikan sesuatu tidak kita minta, boleh.

Jadi, tiga profesi ini mestinya tak boleh membuat tarif," katanya.

Aznan mengaku pasti, prinsip dia diragukan orang. Bagaimana ia membiayai hidup keluarga dan menyekolahkan anaknya hingga ketiga anaknya meraih sarjana?

"kan bingung juga kau, kok bisa hidup dokter, punya isteri, anak sarjana semua, dua orang jadi dokter dan satu sarjana hukum. Berdagang rupanya dokter? Kau tanya semua orang aku tak ada berdagang. Aku dosen, makin tak bisa aku minta duit sama muridku. Lalu dari mana? Oh itu semua buah kasih. Bagaimana bentuknya, ya macam-macam, seperti orang mengucapkan terima kasih," katanya.

Praktik hingga dinihari

Praktik dokter Aznan aelalu dipadati pasien yang jumlahnya mencapai ratusan. Akibatnya ia sering harus membuka praktik hingga dini hari, terkadang sampai pukul 01.30. Tentu sang profesor dibantu beberapa mahasiswanya yang sedang coass (magang dokter).

Setiap pasien yang akan masuk ruang praktik dipanggil oleh coass, terkadang isteri Aznan, Yanti, juga turut memanggil. Di dalam ruang praktik yang leluasa dilihat, rata-rata pasien diperiksa sekitar 5-15 menit. "minimal sehari 30 pasien. Nggak ada saya pun 30 paling sedikit. Kalau saya ke luar kota, bila ada kejadian yang sulit, anak saya yang dokter bisa menghubungi saya. Pasien juga bisa bertanya langsung melalui telepon," kata Aznan.

Selain datang dari pelbagai daerah, pasien dr. Aznan juga beraneka jenis kelamin, tingkat usia, suku bangsa, dan agama. Bahkan seorang biarawati Belanda pernah menjadi pasiennya. Soal bayarannya, Aznan mengatakan tidak penting. Dia bilang, "Kalau dia mau datang jauh-jauh jumpai aku, berarti kan dia menghormati aku. Bisa rupanya dibayar penghormatan itu?"

Kembali ke soal bayaran seikhlasnya tadi, dengan ekspresi datar Aznan mengatakan, "Ada Rp. 5.000, lima ratus rupiah pun ada, yang kosong juga ada."

Apakah tidak merasa sakit hati dengan amplop kosong itu? "Sama siapa aku harus sakit hati? Nggak mungkin. Bisa rupanya kutandai amplop ini dari si anu, ini dari si anu dari begitu banyaknya amplop tadi?" ia tersenyum.

Namun Aznan mewanti-wanti tindakannya tidak perlu dicontoh oleh dokter lain. "Kalau aku boleh kasih nasihat sama kawan-kawan dokter, jangan tiru aku. Kalau pun mau kan sudah kujelaskan tadi, bahwa harus yakin dulu dengan ke-Islaman. Bahwa Islam itu rahmatan lil `aalamin.


Penulis : Feriansyah Nasution

COMMENTS

Nama

#lintasberita,1,#pilkada,18,212,2,411,1,4g,1,aau,1,aceh,7,admin,1,Adnan Januzaj,2,agama,1,agenda,1,agnes mo,2,ahok,19,alam mayang,1,alfamart,1,alokasi cpns,6,amalan,1,amerika,3,amsterdam,1,anak,2,anak negeri,1,android,8,aneh,14,angker,2,anime,1,annas maamun,4,Antasari Azhar,1,apbd-p,1,aplikasi,2,apple,1,apple music,1,arab saudi,2,arema,3,arsenal,4,artikel,1,artis,1,as roma,1,asap,14,asia,1,asian game,2,astana,1,asuransi,1,asus,3,asusila,1,atletico,1,atletik,1,awet,1,backlink,1,badminton,5,bali,2,balikpapan,1,bandar lampung,1,bandung,9,bangka,1,bangka belitung,1,bangkok,3,banjar baru,1,banten,3,banyuwangi,1,barca,1,barcelona,2,batam,3,batang,1,bau badan,1,bbm,6,beasiswa,1,beijing,1,bekasi,1,belitung,1,bengkulu,2,berita,580,berita daerah,34,berita oto,2,berita video,45,bhayangkara,2,bima,2,BIN,1,bisnis,50,bkn,1,blitar,1,blogger,1,bmw,1,bnn,1,bogor,6,bom,1,bontang,1,borneo fc,1,boyolali,1,BRASIL,2,bri,1,brussel,1,budi anduk,1,buku pelajaran,2,bulukumba,1,bulutangkis,2,bumn,1,bungur sari,1,busyro,1,cabe,1,cabup,1,cakung,1,Cal Crutchlow,1,california,1,calon kpk,1,capres,20,ceo,1,cerita,2,champion,1,chealsea,2,china,3,cianjur,1,cilacap,1,cileungsi,1,cirebon,3,copa amerika,1,cpns,22,cpo,1,Cristiano Ronaldo,1,curanmor,1,daerah,97,dayung,1,dbd,1,delaware,1,deli serdang,1,denpasar,3,despro,1,dewik persik,2,diabetes,5,dirgahayu,4,dki,2,dkpp,1,dokter,1,dompet dhuafa,146,doping,1,dpr ri,1,dprd,4,dublin,1,dumai,4,dunia,28,e-ktp,4,EgyptAir,1,ekonomi,30,elly tran ha,1,entertainment,85,eropa,2,F1,1,fakta,2,features,1,film,7,Florence,1,food,2,formula 1,1,fujian,1,gadget,5,gafatar,5,gamers,1,gardu,1,garut,1,gaya,5,gayus,4,gaza,7,gerindra,3,Gious nainggolan,1,global,4,golkar,2,google,5,gool,1,gorontalo,3,gosip,2,gp,9,guru,7,hacker,1,Hadasari,1,haji,10,halmahera,1,hantu,3,hardworker,1,harganas,2,Hashim Djojohadikusumo,1,hatta,3,healt,46,heboh,1,hijab,1,hikmah,1,hlun,1,honda,2,honorer,2,huawei,1,hukum,1,hukum islam,4,humaniora,40,hutri,1,hutrohul,1,idf2018,1,iklanbaris,7,imigran,1,india,4,infopublik,17,inhil,2,Inspiratif,1,inter,1,internasional,132,internet,11,ipdn,1,iphone,1,iptek,9,isis,6,islami,12,israil,5,istana,1,isuzu,1,it,2,jabar,3,jabodetabek,3,jadwal,1,jakarta,156,jalan,1,jambi,1,jateng,1,jatim,10,jatinegara,1,jejak,1,jember,2,jepang,2,jerman,1,jessica,1,jilboob,1,jimly,1,jk,8,jkt48,1,jokowi,31,jombang,1,judika,1,jus buah,1,juventus,1,k2,1,kabun,1,kalbar,1,kalsel,1,kaltara,2,kalteng,7,kaltim,3,karaoke,1,karate,1,karir,3,kartini,1,katingan,1,kdrt,1,kebakaran,1,keluarga,2,kepercayaan,1,kepri,3,kepulauan,2,Kepulauan Seribu,1,kesehatan,122,kesenian,1,kesuburan,1,keuangan,38,kisah,3,klaten,2,knpi,1,kolombia,2,kominfo,5,kompetisi,1,komputer,1,komunitas,1,koni,1,korea utara,1,korupsi,3,kpk,9,kpu,6,kriminal dan hukum,256,kuansing,3,kuliah,1,kuliner,1,kurs,1,lakalantas,1,lalulintas,1,lampung,2,layanan publik,1,lebaran,3,legislatif,2,lg,1,libur,1,libya,1,lifestyle,56,liga eropa,2,liga indonesia,4,liga inggris,3,liga spanyol,2,lingkungan,1,lion,1,liverpool,1,lombok,1,longsor,1,lowongan,11,madrid,2,madura,1,mahasiswi,1,makassar,6,makkah,4,makro,1,malang,8,malaysia,1,maluku utara,1,malware,1,mamiek,1,manado,2,manchester,6,Mariah Carey,1,martapura,1,maskapai,1,mataram,2,MEA,1,medan,4,mediaoutreach,23,medsos,7,megawati,3,merauke,1,metro,11,mh17,2,mh370,1,microsoft,3,mie instan,1,milwaukee,1,mimika,1,mk,8,mnc,1,moge,2,moneter,1,motifasi,121,motivasi,112,moto gp,11,movie,7,mtq,1,mualaf,1,mudik,7,muhammad ali,1,mui,1,muri,1,musi rawas,1,musik,3,nanas,1,nasional,680,natuna,1,navas,1,new delhi,1,new york,4,news,1090,ngantuk,1,Nick Cannon,1,Nissan Grand Livina,1,ntb,2,ntt,2,nusa,1,nyamuk,1,nyesel,1,Ogan Komering Ilir,1,ohara,1,olah raga,16,opini,3,otomotif,19,padang,8,padang sidempuan,1,pajak,1,pajero,1,pakistan,1,palangkaraya,1,palembang,2,palestina,2,pamekasan,1,pandeglang,1,pangkalan kerinci,1,panti pijat,1,papua,8,pariwisata,3,pasaman,2,pasir pengaraian,3,payakumbuh,1,pdip,1,pekanbaru,42,pelantikan,3,pelecehan,2,pemerintah,15,pemerintahan,33,pemilu,23,penajam,1,pendidikan,206,penelitian,1,pengetahuan,1,Pennsylvnia,1,perda,3,perempuan,10,peristiwa,193,persebaya,1,persela,1,persib,4,persija,1,persipura,2,pertamina,2,pertanian,2,piala aff,4,piala bhayangkara,2,piala dunia,8,piala eropa,2,pilkada,97,pilpres,27,pln,3,pns,25,pokemon,1,polantas,1,polda,1,politik,158,polri,1,polsek,1,pon XIX,2,pontianak,1,Power Rangers,1,prabowo,18,presiden,3,prostitusi,1,proyek,1,psms,1,pssi,2,psu,1,puerto rico,1,puisi,1,pupns,1,purwakarta,1,ramadhan,7,rampok,1,rasionalisasi,1,rasuah,1,razia,1,real sociedad,1,regional,4,relationship,1,rengat,1,review,6,ri,2,riau,66,rinjani,1,rio 2016,1,road racing,1,robin williams,1,rohil,2,rohul,24,rokan hilir,2,rokan hulu,75,rri,1,sains,2,samarinda,1,sarinah,1,satpol pp,1,sawit,1,sby,5,se,1,SEA Games,1,sehat,14,sekolah,2,selat panjang,3,seleb,42,selebriti,104,semarang,3,sepak bola,131,sepang,1,sergai,1,serice,1,seva.id,1,sex,4,sexy,2,siak,3,siaran pers,36,sibolga,1,sidoarjo,1,simalungun,2,sintang,1,situs radikal,2,skotlandia,1,smartphone,2,solo,1,sosial,56,spo sepak bola,1,sport,176,subaru,1,subsidi,1,sukabumi,2,sukoharjo,1,sulsel,5,sumatera,5,sumbar,3,sumsel,1,sumut,1,surabaya,7,susi similikiti,1,taipei,1,Taiwan,2,tanjung pinang,1,tanzania,1,tegal,2,tek,1,teknologi,91,telkom,2,tembilahan,1,terbakar,1,teroris,4,thailand,1,tiktok,1,timnas,1,timur tengah,1,tiongkok,1,tips,10,tirawuta,1,tni kb kes,2,tokoh,4,tol,1,top 10,1,toraja,1,touring,1,tradisi,5,trans sumatera,1,travel,2,tri,1,trik,1,tsaqofah,2,turki,1,tutorial,3,U19,3,uang,13,ujung batu,1,ukm,1,ulama,3,ultra LTE,1,UN,2,unik,1,uu it,1,uu pilkada,3,uu terotisme,1,valentin,1,vertigo,1,video,31,wanita,3,warga,2,waringin,1,warnet,2,whatsapp,2,wisata,3,woman,1,wtn,1,xiaomi,3,yahoo,1,yamaha,1,yogyakarta,4,yogyakata,1,youtube,1,zina,1,Zlatan Ibrahimovic,1,
ltr
item
lintas berita: Dokter Tanpa Papan Nama
Dokter Tanpa Papan Nama
Dokter Tanpa Papan Nama
https://3.bp.blogspot.com/-5_FlKL25zH8/Vxhs57TSFmI/AAAAAAAAEAA/1O2imCPUIdYN49Tz70GuRw_CEnQ1SUtQgCLcB/s640/Prof.%2BDr.%2BAznan%2BLelo%2BPh.D%252C%2BSp.FK.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-5_FlKL25zH8/Vxhs57TSFmI/AAAAAAAAEAA/1O2imCPUIdYN49Tz70GuRw_CEnQ1SUtQgCLcB/s72-c/Prof.%2BDr.%2BAznan%2BLelo%2BPh.D%252C%2BSp.FK.jpg
lintas berita
https://www.lintasberita.net/2016/04/dokter-tanpa-papan-nama.html
https://www.lintasberita.net/
https://www.lintasberita.net/
https://www.lintasberita.net/2016/04/dokter-tanpa-papan-nama.html
true
2921695917194566738
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy