-->
loading...

Zaman Presiden Soeharto tak ada menteri berani umbar ribut ke publik

loading...
Lintasberita.net, Jakarta - Perseteruan antara Menko Maritim Rizal Ramli dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said makin panas. Mulai dari kebijakan 35.000 MW, Freeport hingga pengelolaan Blok Masela, semuanya jadi bahan perdebatan mereka.

Perselisihan mereka jadi amunisi buat kubu oposisi buat menyerang pemerintahan Jokowi. Fadli Zon termasuk yang sering mengkritik wibawa Jokowi.

Ada kisah menarik bagaimana Presiden Soeharto dulu mengatur menteri-menterinya. Zaman Orde Baru mana berani para menteri saling serang di depan publik. Paling yang ada bisik-bisik jika ada kebijakan yang tidak disukai satu sama lain.

Kisah ini diceritakan seorang perwira TNI yang lama mengawal Presiden Soeharto. Pria Biasanya Pak Harto selalu memanggil menterinya satu per satu sebelum sidang kabinet.

"Pak Harto bilang nanti yang dibahas ini, ini dan ini. Jadi sudah jelas semua," kata dia.

soeharto


Pak Harto juga tegas soal kebijakan yang sudah ditentukan. Program tersebut harus dijalankan oleh menteri yang bersangkutan.

Kadang Soeharto juga memerintahkan Mensesneg menyembunyikan keputusan rapat agar tak diketahui media. Jangankan ribut-ribut, isi rapatnya saja publik tak tahu.

"Jadi hasil rapatnya A, tapi bisa saja yang disampaikan ke media itu B atau C." [ian]



Source: Merdeka
------- IKLAN ANDA DISINI ---------

Related Posts

Show Disqus Comment Hide Disqus Comment

Disqus Comments