Ruas Jalan Rengat-Tembilahan Longsor

Lintasberita.net, RENGAT - Warga yang melintas di Jalan Raya Rengat-Tembilahan tepatnya di Dusun Pulau Kemudi, Desa Pulau Gelang, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, sudah seharusnya berhati-hati. Sebab, badan jalan hanya tinggal sebelah, terbelah karena abrasi Sungai Indragiri.

Sejak Sabtu (26/3) sekitar pukul 11.00 WIB, berbagai macam kendaraan melintas di Jalan Raya Rengat–Tembilahan Dusun Pulau Kemudi, Pulau Gelang. 

Bahkan, pengendara lainnya harus berhenti ketika mobil sudah masuk di lokasi longsor dengan panjang lebih kurang 15 meter.

Dari kondisi longsor yang terjadi sejak sebulan lalu pada jalan tersebut, sangat rawan terjadinya kecelakaan, karena kedalaman longsor sekitar 5 meter yang langsung bisa masuk ke dalam sungai.

“Beberapa waktu lalu, pernah pengendara sepeda motor masuk ke dalam sungai. Pengendaranya dapat selama lantaran bisa berenang, namun kendaraannya masuk ke dalam sungai,” ujar Ijon, warga Dusun Pulau Kemudi yang bekerja sehari sebagai depot air isi ulang, Ahad (27/11).

Rengat-Tembilahan Longsor
JALAN RUSAK: Ruas Jalan Raya Rengat-Tembilahan rusak karena tergerus abrasi Sungai Indragiri yang menyebabkan badan jalan tinggal separuh, Sabtu (26/3/2016).

Kondisi Jala Raya Rengat–Tembilahan lebih cepat hancur disebabkan oleh mobil bertonase tinggi setiap harinya melintas. Mobil bertonase itu mulai dari truk CPO, truk angkutan batu dan lainnya.

Ketika truk melintas di jalan yang rusak tersebut, harus ekstra hati-hati. Ketika truk berselisih di jalan yang rusak tersebut, harus ada salah satunya yang berhenti.

Tidak hanya, pengendara angkutan CPO dan lainnya yang cemas dengan kondisi itu. Warga setempat juga was-was ketika melintas di daerah itu. 

“Sudah seharusnya pemerintah mempercepat dan memperhatikan pembangunan jalan tersebut,” harapnya.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Inhu, Yandrianto ST mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kondisi jalan tersebut kepada Bina Marga Provinsi Riau. 

“Sejak 2016, Jalan Raya Rengat–Tembilahan sudah berstatus jalan provinsi yang sebelumnya jalan nasional. Hanya saja, SK tentang status jalan tersebut belum ditandatangani oleh Plt Gubenrnur Riau,” ujar Yandranto.

Dengan kondisi itu, anggaran untuk peningkatan Jalan Raya Rengat–Kuala Cenaku atau Rengat–Tembilahan pada 2016, tidak dapat anggaran. 

Sehingga untuk pembangunan peningkatan jalan tersebut baru dapat dianggarkan pada 2017 mendatang.

Jalan Raya Rengat–Tembilahan tersebut sambungnya, dengan kelas jalan III untuk kendaraan bermuatan 8 ton. 

Namun kenyataannya, jalan tersebut masih saja dilewati oleh oleh kendaraan bermuatan diatas 10 ton hingga 30 ton. Sehingga wajar saja, jalan tersebut lebih cepat rusak.

Untuk itu sebutnya, perlu kerja sama antarinstansi terkait agar kondisi jalan tersebut tetap sesuai dengan peruntukannya. 

“Pada jalan tersebut tidak cukup peningkatan jalan tetapi perlu penanganan dari sumber daya air,” sebutnya.

Pihaknya juga tidak dapat berbuat banyak dengan kondisi saat ini. Bahkan, cadangan dana di program tanggap darurat di Kabupaten Inhu juga dinilai kurang tepat digunakan. “Ini semua tergantung dan kebijakan pemerintah provinsi,” ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Inhu Drs Erpandi melalui Kepala Bidang Perhubungan Darat Selamat Suhargana SSos mengatakan, pihaknya baru-baru ini telah menggelar rapat tentang lalu lintas di Jalan Raya Rengat–Tembilahan. 

“Dishubkominfo sudah membahas tentang lalu lintas di Jalan Raya Rengat–Tebilahan. Namun, semua itu kewenangan provinsi,” ujarnya.

Hasil rapat tersebut juga sudah disampaikan kepada DPRD Inhu, Polres Inhu serta Pemerintah Provinsi Riau. 

Di mana, untuk menentukan muatan kendaraan yang melintas di daerah itu diperlukan salah satunya, timbangan. Sementara, di Kabupaten Inhu belum ada timbangan.

Dengan kondisi itu pula, Dishubkominfo Inhu tidak dapat melarang kendaraan yang bermuatan di atas 8 ton. “Untuk sementara itu, masih diperbolehkan semua jenis kendaraan yang melintas di daerah itu,” terangnya.(mng)



Source: Riaupos
Iklan Anda Have you ever dreamed to live in Vanuatu? Well, your dreams may come true! Visit the site https://vrp-mena.com/lang/index.php to learn how it is possible. Musical Source provides the most up-to-date information on synthesizers for sale at Amazon in the UK. For more details visit this site: https://www.musicalsource.co.uk/synthesizers.php

Artikel Menarik Lainnya :

Loading...

Disqus Comments
© 2017 lintas berita - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger