-->
loading...

Novanto Belum Penuhi Syarat Ketua Umum

loading...
Lintasberita.net, Jakarta - Rencana Setya Novanto maju sebagai calon ketua umum pada Munas Golkar 2016 mendapat banyak sorotan. Pasalnya, Novanto yang kini memimpin Fraksi Golkar DPR dianggap punya cacat.

Sorotan tajam tentang Novanto datang dari pengamat politik Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf. Menurut Asep, Golkar punya syarat sebagai ukuran khusus bagi calon ketum. Yakni prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela (PDLT).

"Hemat saya dia (Novanto) kurang memenuhi syarat PDLT itu," tegas Asep saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (17/2).

Asep menjelaskan, poin "tidak tercela" menjadi sumber kelemahan Novanto. Pasalnya, mantan ketua DPR itu memang pernah punya masalah hukum dan etika.

Pertama, ketika Novanto di sela-sela kunjungan kerjanya sebagai ketua DPR ke New York, justru hadir di acara bakal capres AS dari Partai Republik, Donald Trump. Dalam perkara itu, Novanto dihukum sanksi ringan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Kedua, kasus dugaan pencatutan nama presiden dan wakil presiden terkait pertemuan Novanto dengan pengusaha Riza Chalid dan Maroef Sjamsoeddin saat masih memimpin PT Freeport Indonesia. Dalam kasus yang belakangan dikenal dengan sebutan "papa minta saham" itu Novanto juga mendapat sanksi sedang dari MKD.

"Walau Novanto mundur dari jabatan ketua DPR, tetap saja sanksi sedang dari MKD. Itu tegas disampaikan Ketua MKD Surahman Hidayat, bahwa mayoritas hakim menghukum dengan sanksi sedang. Dan itulah putusan MKD," jelasnya.

Menurut Asep, posisi Novanto secara hukum juga belum kelar. Sebab, Kejaksaan Agung masih menyelidiki kasus "papa minta saham". Namun demikian, Asep mengaku bisa memahami rasa percaya diri Novanti untuk maju sebagai calon ketua umum. Asep menduga Novanto memang sudah "menghidupi" banyak orang di Golkar.

"Maka itu Novanto jadi merasa punya angin segar. Makanya sekarang saya ingatkan Novanto, bahwa di Golkar ada prinsip PDLT itu. Masing-masing poinnya berbeda tapi sagu kesatuan. Seorang pemimpin Golkar harus lengkap punya semua unsur itu," tegas dia.

Lebih lanjut Asep mengatakan, jika Golkar sampai memilih Novanto sebagai ketua umum maka persoalan yang dihadapi partai berlambang beringin itu akan semakin banyak. "Apalagi sekarang era revolusi mental yang diusung Pak Presiden Jokowi, demi pemerintahan bersih dan berwibawa. Kalau ada unsur tercela itu, nanti Golkar akan dianggap tak berwibawa," terangnya.

setya novanto


Apabila Novanto tetap memaksakan diri maju menjadi calon ketua umum Golkar, Asep memprediksi wibawa dan citra Partai Golkar akan semakin menurun. Menurutnya, kalaupun tetap memaksa ingin punya jabatan di Golkar, Novanto paling mentok menjadi anggota dewan pembina. "Prestasi saat jadi Ketua DPR itu kurang. Di bawah dia, produktivitas DPR juga jeblok. Hemat saya, citra Golkar akan turun kalau dia ketua umum. Mending kalaupun masuk pengurus partai, cukup di dewan pembina. Itupun hanya anggota, tak boleh ketua," ulas Asep.

Karenanya Asep lagi-lagi mengingatkan agar jangan sampai Golkar memilih Novanto sebagai ketua umum. "Setya Novanto punya banyak problem di citranya. Banyak orang Golkar yang jauh lebih bersih dari dia. Golkar itu banyak stok kader yang bagus kok," tandas Asep.

Sebelumnya, Setya Novanto menyatakan tetap akan maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar. Ia yakin, kasus dugaan permufakatan jahat yang tengah ditangani Kejaksaan Agung tidak akan menghalanginya untuk bersaing dengan calon lain dalam forum Munas Golkar. "Ya tentu pasti sudah ada dukungan yang diberikan DPD I, saya minta doa," kata Novanto di Gedung DPR, Jakarta, Senin lalu (15/2). [rus/rmol/lb]
------- IKLAN ANDA DISINI ---------

Related Posts

Show Disqus Comment Hide Disqus Comment

Disqus Comments