Kasus Penghinaan Melalui Sosmed Kembali Terjadi

Lintasberita.net - Berdasarkan Surat Edaran dengan Nomor SE/06/2015 tanggal 8 Oktober 2015 dengan tujuan untuk menangani perbuatan ujaran kebencian agar tidak memunculkan tindak diskriminasi, kekerasan, penghilangan nyawa atau konflik sosial yang meluas, yang salah satunya bersumber dari Media Sosial. Untuk menghindari penyimpangan dan penyalahgunaan dalam menggunakan Media Sosial (Medsos).

Banyak sudah kasus penghinaan yang terjadi dimedia sosial terutama Media sosial Facebook, Namun hal itu tidak di indahkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab dan beretika dalam menggunakan media sosial, misalnya di Rokan Hulu, dalam akun Facebook atas nama AG ditemukan status bernada sindiran atau kebencian yang dapat memicu konflik sosial. seperti dilansir Hulubalangnogorirokanhulu.org.

Baca juga kasus Sosmed lainnya:

” menyesal saya datang ke rohul ni,, rupanya orang rohul ni bodah-bodoh…” bunyi status AG dalam akun Facebooknya beberapa waktu lalu.

Status Facebook AG tersebut mendapat reaksi keras dari masyarakat Rohul, masyarakat menilai status tersebut menghina orang Rohul, Namun tidak sedikit dari kalangan masyarakat yang membalas dan menghujatnya kembali.

Penghinaan yang dilakukan AG membuat seluruh warga Rokan Hulu marah, Hulubalang Rokan Hulu sebagai organisasi kemasyarakatan yang berperan dalam mengawal dan menjaga marwah Rokan Hulu dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab melaporkan hal tersebut ke Polres Rokan Hulu.

Ketua Hulubalang Nogori Rokan Hulu Alirman SP mengatakan sudah melaporkan hal tersebut ke Polres Rohul, dia menilai status di akun facebook tersebut telah mencoreng dan merendahkan marwah Rokan Hulu yang dampaknya dapat menganggu ketentraman dan kesenjangan sosial bahkan menimbulkan konflik sosial yang meluas.

”sudah kita laporkan ke Polres dengan memberikan beberapa alat bukti dan print out tentang status akun Facebook atas nama AG ” kata Alirman didampingi beberapa Kerani dan Kebid-Kabid Hulubalang Rohul usai melaporkan ke Satreskrim Polres Rohul, Jum’at (22/1/2016) sore.

Menurut keterangan Alirman, alasan yang tertuduh ini (AG) hanya sebagai kambing hitam, dia (AG) tidak mengakui, makanya kita pinta dan dorong ke polres siapa pelaku sebenarnya, supaya semua ini terang dan jelas.

Setelah melaporkan ke Polres Rohul, Alirman menjelaskan, sebelumnya Polisi juga sudah mendapat laporan terkait Status di akun facebook AG tersebut, Polisi mengatakan pemilik akun facebook atas nama AG tersebut juga sudah melapor sebelumnya dan membantah, kalau dia bukan pemilik akun yang sebenarnya, AG menilai ada yang “mencatut” atas nama dirinya.

Polisi saat ini sudah mengantong nama pelaku yang dinilai mencatut akun facebook AG, dia mengharapkan polisi secepatnya mengungkap apa sebenarnya motif pemilik akun tersebut, tempat dan alamat pemilik akun tersebut sudah diketahui, jenis kelaminnya perempuan, untuk mengetahui apa tujuan sebenarnya, kita tunggu saja nanti perkembangannya ” ungkap Alirman

Ailrman mengharapkan kepada pelaku dapat dihukum dengan Undang-Undang yang berlaku, Baik itu Undang – Undang Nomor 11Tahun 2008 Tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) , KUHP bahkan Hukum adat yang berlaku di Rokan Hulu.

Sebelumnya, Rian Alfian (50),  namanya yang dicatut dalam akun facebook Alfian Gondrong tersebut melaporkan ke Polres Rohul sesuai dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: STPL/13/I/2016/SPKT/Riau/Res Rohul. Rian Alfian mendatangi Polres Rohul, Jumat sekitar pukul 09.30 Wib, warga Jalan Diponegoro Pasar Lama, RT 001 RW 002 Kecamatan Rambah-Rohul.



Rian Alfian melaporkan dugaan tindak pidana “Pencemaran Nama Baik dan Perbuatan Tidak Menyenangkan Melalui Media Sosial Facebook” hal itu terjadi pada Tanggal 21 Januari 2016. Surat tersebut, atas nama Kapolres Rohul,  ditanda tangani KA SPK I M Silaban.
Rian Alfian meminta kepada  Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono, supaya menangkap pelaku tersebut. “Sebab ini tidak hanya merusak nama baik saja, tapi juga merusak nama baik keluarga saya,” tuturnya.


Banyak warga Pasir Pangaraian yang mendatangi rumahnya mempertayakan kata-kata yang ada facebook tersebut. “Saya kecewa kepada yang membuat akun tersebut, apalah maksudnya itu, kami minta supaya pelaku agar dapat dihukum sebarat-beratnya, karena saya sendiri saja tidak memiliki aku facebook, boleh dichek dimana saja, sampai saat ini saya belum pernah memiliki akun facebook,” pungkasnya.
loading...

Berita Terkait:

BERITA LAINNYA:

loading...
Disqus Comments
© 2017 lintas berita net - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger