Mendagri Tjahjo Ancam PNS Yang Tidak Netral

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sangat geram melihat PNS yang tidak netral dalam pilkada serentak yang tengah diadakan di Indonesia, pihaknya telah menerima laporan terkait puluhan Pegawai Negeri Sipil yang tidak netral selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2015.

Pernyataan Tjahto bukanlah bualan belaka, dia akan memberikan lapoan ini ke Kemenpan setelah datanya cukup, buktinya cukup. Kami akan beri sanksi dan Kemenpan yang akan mengumumkan.

Selama Pilkada serentak digelar, pihaknya telah menerima banyak laporan. Namun yang disertai bukti dan data yang kuat baru ada 25 lebih PNS yang diduga telah mendukung salah satu calon kepala daerah. "Data masuk yang ke kami sampai sekarang ada diatas 25 orang. Yang lapor banyak, tapi yang ada buktinya baru ada segitu," kata dia, seperti dilansir Tempo.co


Sejumlah pegawai negeri sipil di berbagai wilayah diduga ikut membantu pasangan calon kepala daerah tertentu. Di Soppeng, Sulawesi Selatan, beberapa PNS hadir dalam kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati, Andi Lutfi Halide dan Andi Zulkarnaen Soetomo.

Panitia Pengawas Pemilu setempat mengaku tak bisa melakukan penindakan karena mereka tak menggunakan seragam dinas saat hadir. "Kami tak bisa menindak karena mereka tak menggunakan atribut dan hanya mendengarkan orasi calon bupati," kata Ketua Panwaslu Soppeng, Herman Lilo, dua pekan lalu.

Keterlibatan PNS juga terjadi di hampir semua wilayah di Nusa Tenggara Barat yang akan menggelar pilkada serentak. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri telah melimpahkan kasus PNS yang terbukti mendukung calon tertentu ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD). "Datanya sudah ada dan telah dilimpahkan ke BKD," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri NTB, Lalu Bayu Windya, pada dua pekan lalu.



Adanya PNS yang ikut berupaya memenangkan calon kepala daerah tertentu juga sedang diselidiki Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Panwaslu menemukan adanya PNS yang membantu pasangan Budi Sulistyono-Ony Anwar.

Baca juga : Paslon Jarot-Askiman Menang Telak Pilkada Sintang

Komisioner Panwaslu Ngawi Divisi Penindakan dan Penanganan Pelanggaran, Suyatno, pasangan yang diusung sembilan partai politik ini diduga memanfaatkan abdi negara untuk menggalang dana. "Yang disampaikan juga memotong uang sertifikasi guru Rp 50 ribu per orang," katanya.
Iklan Anda Have you ever dreamed to live in Vanuatu? Well, your dreams may come true! Visit the site https://vrp-mena.com/lang/index.php to learn how it is possible. Musical Source provides the most up-to-date information on synthesizers for sale at Amazon in the UK. For more details visit this site: https://www.musicalsource.co.uk/synthesizers.php

Artikel Menarik Lainnya :

Loading...

Disqus Comments
© 2017 lintas berita - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger