This notification should ALWAYS show - if shouldShow endpoint response was true. Learn more.

Sekolah yang Dibiayai dengan Pisang

Sekolah yang Dibiayai dengan Pisang

Syarat masuk bagi siswa miskin dan yatim piatu itu mudah. "Cukup surat dari kepala desa dan pengurus NU tingkat ranting yang menyatakan bahwa yang bersangkutan memang benar-benar miskin dan yatim piatu," kata Hafidi Cholish, sang pembina.

IBU adalah akronim dari Islam Bustanul Ulum. Ini sebuah yayasan yang diwariskan kepada Hafidi oleh orang tuanya. "Orang tua sudah memberi nama lembaga Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum. SMP Islam Bustanul Ulum. Karena konsep marketing, saya pakai akronim IBU," katanya.

Yayasan Islam Bustanul Ulum berdiri pada 1968 dan membangun sebuah madrasah ibtidaiyah. Ini sekolah yang dikelola dengan penuh keprihatinan. Pada 2000, jumlah siswa kelas 1 hingga kelas 6 hanya 16 orang. Jumlah meningkat menjadi 35 siswa pada 2005.

Tahun 2007, Hafidi kemudian membuka SMP IBU. Jumlah pendaftar saat itu hanya 97 orang. Setahun kemudian jumlah pendaftar meningkat menjadi lebih dari seratus orang.

Tahun 2009, SMK IBU didirikan KH Khotib Umar dan diresmikan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. "Ada empat kelas untuk angkatan pertama, sebanyak 210 orang siswa gratis," kata Hafidi.

Hafidi menyebut para guru MI, SMP, dan SMK IBU adalah aktivis pendidikan. Total ada 108 guru di sana. "Mereka tak minta bayaran besar," katanya.

Hafidi tertatih-tatih membesarkan lembaga pendidikan itu. Tiga sekolah itu sempat memakai kelas yang terbuat dari gubuk. "Saat terpilih menjadi anggota DPRD Jember pada 2009, saya tidak minta-minta ke Dinas Pendidikan. Kami berdiri karena doa dan harapan fakir miskin. Kami hanya punya doa dan air mata," katanya.
Lembaga pendidikan IBU menerapkan sistem infak yang unik. "Kami tidak memaksa besarannya. Namun untuk kegiatan rutin, anak-anak membawa bata merah. Kami juga meminta pisang untuk infaq. Orang bisa ngasih sampai empat pohon. Hasil penjualan dari pohon pisang ini untuk memelihara sekolah," kata Hafidi.

Kini lembaga pendidikan IBU memiliki delapan bus sekolah untuk antarjemput siswa, dan dua bus cadangan. Sekolah-sekolah IBU berdiri di atas lahan seluas 3,8 hektare.

Tahun ajaran 2015-16 ini ada 1.119 orang mendaftarkan diri bersekolah di sana. Hafidi membatasi siswa baru hanya enam kelas. Namun karena ada permintaan warga miskin, ada tambahan dua kelas khusus fakir miskin dan yatim piatu.
TIPS REKOMENDASI
loading...

Share this:

Disqus Comments