Dapat 17 Jeriken, Terjual Rp2,5 Juta

Dapat 17 Jeriken, Terjual Rp2,5 Juta
Subuh menjadi hari yang penuh rezeki bagi Ajo (48). Lelaki ini biasanya berjualan ikan asin di sekitar tempat tinggalnya di Kelurahan Lubuk Gaung. Tapi pagi itu, sebelum membeli ikan pada nelayan yang baru pulang melaut, dia dikejutkan oleh banyak warga yang berbondong-bondong menuju pabrik.

Salah satu pabrik (begitu biasanya sebutan warga) terhadap industri pengolahan CPO yang berjejer di pinggir pantai Lubuk Gaung, memang tampak ramai. ''CPO tumpah, CPO tumpah. Bawa jeriken,'' begitu teriak warga.

Tanpa pikir panjang lagi, Ajo balik kanan. Dia tidak jadi ke pantai membeli ikan. Dia pulang ke rumah dan mengambil tiga jeriken. Lalu dia pun turut dalam rombongan warga menuju kawasan pabrik PT IBP. Ternyata Ajo adalah orang yang kesekian ratus yang datang ke lokasi tumpahan CPO itu. Ratusan warga lainnya sudah sibuk mencidukkan timba atau panci untuk mengumpulkan tumpahan CPO yang meluber di atas air parit dan anak sungai.

Sama dengan orang yang berjejeran di pinggir parit, ratusan jeriken, drum dan polytank juga berjejeran di sisi parit yang tinggi. Satu orang bisa membawa belasan jeriken atau hingga 10 drum. Selintas, seakan terlihat warga sedang bergotong-royong.
Bagi warga Dumai yang memiliki banyak jeriken, drum atau polytank bukanlah hal yang aneh. Peralatan itu biasanya dipergunakan untuk menyimpan air hujan. Nyaris setiap rumah punya peralatan air itu.

''Saya bahkan sampai membawa lima drum dari rumah adik di Tegalega,'' ujar Mardi, warga Purnama yang ikut berburu tumpahan CPO.

Hingga tengah hari, Ajo mengaku sudah mendapatkan 12 jeriken. Ia pun melibatkan dua orang anaknya. ''Sepanjang masih ada tempatnya, kami akan kumpulkan terus,'' ujarnya.

Herman, warga lainnya, malah mengaku sudah mengumpulkan belasan drum CPO. ''Sudah ada sekitar 12 drum. Sebagian sudah dibawa pulang. Saya bersama dua orang kawan,'' sebutnya.

Aktivitas pengumpulan tumpahan CPO yang dilakukan warga tidak terhalang. Dari Ahad pagi hingga Senin (17/11) kemarin, aktivitas pengumpulan tumpahan CPO itu masih berlangsung. Petugas polisi tidak melarang. Pihak perusahaan PT IBP juga tidak bisa bersikap tegas. Lagi pula mereka disibukkan kerja mengatasi tumpahan CPO agar tidak meluber dan mencemari laut.

''Kami pasrah saja,'' ujar Sarmin, Humas PT IBP.

Semula pihak PT IBP berencana akan membeli CPO yang sudah dikuasai warga itu. ''Ada rencana kami untuk membelinya dari warga. Tapi nantilah itu, sekarang kami fokus mengatasi tumpahan ini dulu,'' ujar Sarmin pula. Masih terbaginya pikiran pihak PT IBP itu segera dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu yang lazim disebut mafia CPO. Mereka datang dan membeli CPO yang sudah terkumpul.

Sejumlah truk yang berisikan puluhan drum tampak parkir. Mereka menawar dengan harga Rp3.000 hingga Rp3.500 per liter.
Pihak KLH Dumai mewanti-wanti warga untuk tidak mempergunakan minyak yang masih setengah jadi itu.

''Belum bisa dikonsumsi minyak itu. Jadi, jangan dibawa pulang. Diolah lagi, baru bisa menjadi minyak goreng,'' kata Bambang Surianto, Kepala KLH Dumai.

Warga paham, minyak mentah tersebut belum bisa dipergunakan. Artinya, harus dijadikan uang terlebih dahulu. Warga pun menjual CPO yang terkumpul.

Makanya menjelang petang, Ajo, Mardi, Herman dan ratusan warga lainnya berhasil membawa pulang uang hingga jutaan rupiah. Itu bukanlah hal yang mengherankan. Dengan telah mengumpulkan dua belas drum yang masing-masing berisikan 200 liter, Herman bisa meraup belasan juta rupiah juga.

Ajo sendiri mengaku hanya dapat Rp2,5 juta. ''Ada sekitar 17 jeriken. Kalau jualan ikan paling bisa bawa pulang Rp100 ribu sehari. Ini mantap sekali. Ketiban rezeki, kata orang,'' tawanya. ''Wah, sering-sering saja kejadian macam ni. Bio beduit sikit,'' ujar Herman dengan logat khasnya. Baca Selengkapnya.... : http://riaupos.co/57734-berita-dapat-17-jeriken,-terjual-rp2,5-juta.html
Iklan Anda Have you ever dreamed to live in Vanuatu? Well, your dreams may come true! Visit the site https://vrp-mena.com/lang/index.php to learn how it is possible. Musical Source provides the most up-to-date information on synthesizers for sale at Amazon in the UK. For more details visit this site: https://www.musicalsource.co.uk/synthesizers.php

Artikel Menarik Lainnya :

Loading...

Disqus Comments
© 2017 lintas berita - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger