Calo Rp10 Ribu, Angkat Telur Rp250 Ribu

Angkat Telur Rp250 RibuMATAHARI bersinar terik. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB. Jalan putus awalnya serupa kerak nasi yang pecah sudah bertebaran. Beberapa di dalam jurang sedalam 10 meter di sisi jalan. Lainnya dipakai menimbun jalan bersama sisa longsoran. Warung seadanya membentuk pondok berdiri di kedua sisi longsoran. Pengganjal perut berupa mie instan dan rupa makanan lainnya dipajang, sementara masyarakat juga ramai di sana.

Ini adalah sedikit gambaran lokasi putusnya jalan akibat longsor di Pangkalan kemarin. Puluhan mobil mulai dari minibus hingga truk terparkir. Masyarakat tak terhitung di sana, campur baur.

Meski bisa dibilang janggal, putusnya jalan ternyata tak menyurutkan beberapa kendaraan untuk tetap coba melintas. Informasi sepintas yang menyebut jalan putus tak dihiraukan. Jalan tetap ditempuh hingga terhenti di tepi longsor, berharap perbaikan segera tuntas.

Alhasil, penantian tak berujung yang didapat. Pantauan Riau Pos, di antara kendaraan yang terparkir bisa dikategorikan pada tiga jenis, truk besar, minibus dan pick up. Semua di sana dengan alasan berbeda. Namun, tanpa sengaja bermuara sama, memberi rezeki bagi mereka yang mau berusaha.

Ridho (21), seorang sopir truk pengangkut semen menuturkan, dia berencana membawa angkutannya ke Padang. Namun, akibat longsor perjalanan jadi tertunda. Ridho tahu bahwa jalan putus, namun dia tak tahu kapan selesai diperbaiki. Belum ada perintah dari kantornya membuat dirinya harus menunggu. ''Kantor Padang belum beri perintah Bang. Tinggal saja sampai jalan bagus,'' jawabnya santai di tempat tidur belakang bangku sopir truk. Santainya seketika berubah saat diberitahu perbaikan memakan waktu tiga hari. ''Hah? Belum tahu Bang. Mau lapor kantor dulu,'' tambahnya.

Lain truk, lain pula minibus. Mereka ini mayoritas adalah travel pengangkut penumpang. Bagi mereka, jalan putus hanyalah rezeki yang tertunda. Agak lama, namun bisa memberi jumlah berbeda. Pada kondisi normal, ongkos dari titik longsor boleh dibilang sekitar Rp50 ribu sampai Rp60 ribu. Namun, dengan adanya longsor, Rp80 ribu pun diapungkan sebagai harga bagi penumpang.''Ngambil dari sini. Karena minyak naik. Ongkos naik juga. Sekitar Rp80 ribu dari sini ke Pekanbaru,'' kata Dodi (40), seorang sopir travel asal Rantau Berangin.

Ia tampak tak terlalu khawatir tidak mendapat penumpang. Dari pagi, longsor sudah diketahuinya. ''Sudah dari pagi tahu ada longsor. Sudah kontak dengan kawan dari seberang. Nanti ongkos bagi sama yang carikan Rp10 ribu,'' sebutnya.

Rp10 ribu ini adalah upah bagi pelangsir, sebutan bagi orang pencari penumpang dari satu sisi jalan putus ke sisi lainnya. Kondisi jalan yang hanya sebesar jalan setapak dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor membuat sejenis calo ini melihat penumpang.

Sejak pagi hingga pukul 15.00 WIB saja, tak kurang ada 15 travel sudah penuh dengan penumpang yang dilangsir. ''Tadi travel banyak Bang, 15 mobil, tapi sudah putar kepala. Ada yang tinggal, ini dipindah ke mobil sana,'' sebut Igo (21), warga setempat sambil berlalu menawarkan jasa travel.
Iklan Anda Have you ever dreamed to live in Vanuatu? Well, your dreams may come true! Visit the site https://vrp-mena.com/lang/index.php to learn how it is possible. Musical Source provides the most up-to-date information on synthesizers for sale at Amazon in the UK. For more details visit this site: https://www.musicalsource.co.uk/synthesizers.php

Artikel Menarik Lainnya :

Loading...

Disqus Comments
© 2017 lintas berita - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger