Tewas saat Mendonorkan Sperma karena Serangan Jantung

burung tewas
NIAT Zheng Gang, warga Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, sejatinya tulus. Dia ingin membantu pengembangan bank sperma di kampusnya, Wuhan University. Tapi, semangatnya terlalu menggebu. Dalam waktu 10 hari, dia empat kali donor. Sayang, saat menyumbang kali terakhir, Zheng meregang nyawa.

Tragedi tersebut sejatinya berlangsung pada Februari 2012. Ketika itu, bank sperma di Wuhan University memang baru dibuka. Sebagai mahasiswa pascasarjana kedokteran, Zheng tergerak turun tangan. Ya, ''tangannya benar-benar turun'' untuk donor.

Alangkah kagetnya saat perawat menyaksikan Zheng tergeletak tak sadarkan diri di lantai. Tangannya masih memegang ''majalah seksi'' sebagai salah satu alat bantu donasi. Saat itu juga, dokter menyatakan Zheng tewas karena serangan jantung. Jenazahnya dikremasi sehari kemudian.

Tapi, dua tahun berlalu, kasus itu kembali muncul. Sebab, keluarga Zheng masih mempermasalahkan kematian dokter yang lulus pada 2010 tersebut. Dulu, ayah Zheng meminta anaknya diotopsi. Tapi, universitas menolak dan langsung mengkremasi. Keluarga pun minta kompensasi lebih dari CNY 5 juta (sekitar Rp 9,6 miliar). Baca Selengkapnya.... : http://www.riaupos.co/54258-berita-tewas-saat-mendonorkan-sperma-karena-serangan-jantung.html
Iklan Anda Have you ever dreamed to live in Vanuatu? Well, your dreams may come true! Visit the site https://vrp-mena.com/lang/index.php to learn how it is possible. Musical Source provides the most up-to-date information on synthesizers for sale at Amazon in the UK. For more details visit this site: https://www.musicalsource.co.uk/synthesizers.php

Artikel Menarik Lainnya :

Loading...

Disqus Comments
© 2017 lintas berita - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger