Fenomena Jilboobs dan Pakaian Seksi di Ranah Minang

Akhir-akhir ini ramai diperbincangkan dan merebak di media sosial istilah jilboobs, yaitu pelesetan dari kata jilbab dan boobs alias dada wanita. Istilah itu muncul sebagai sindiran untuk wanita muslimah yang mengenakan hijab tapi superketat hingga lekuk tubuhnya terlihat jelas.

Laporan RPG, Padang

Suasana di salah satu restoran di kawasan jalan Patimura, Padang terlihat lebih ramai saat jam makan siang, Senin (11/8). Di bagian luar, duduk sekelompok anak muda, sepertinya mereka adalah kumpulan mahasiswa. Ada yang asyik bercerita, ada pula yang sibuk dengan gadget-nya. Saat mereka asyik berbicara, lewat empat orang perempuan muda. Ada yang memakai pakaian PNS, ada pula pakai blazer, seperti karyawan swasta.

Anak-anak muda yang sedang sibuk bercerita, tiba-tiba terdiam. Mereka terpana memandang ke arah perempuan muda yang lewat tersebut. "Jilboobs ternyata tidak hanya ada di TV, di sini juga ada," celetuk salah seorang pemuda yang belakangan diketahui bernama Refka.

Cerita yang tadinya berputar mengenai handphone terbaru, berganti menjadi jilboobs. Mereka mulai membahas gaya pakaian berjilbab yang tidak sesuai kaidahnya itu.


Ketika diajak berbincang oleh Padang Ekspres (Riau Pos Group), Refka yang merupakan mahasiswa tingkat akhir di salah satu universitas swasta tersebut mengatakan, fenomena jilboobs sebenarnya sudah terjadi sejak dulu.

Namun, baru sekarang istilahnya muncul.   Dari dulu sudah banyak kaum perempuan yang berjilbab namun tetap memakai pakaian yang menunjukkan lekuk tubuhnya. Kalau saya sih malu punya kakak atau orangtua seperti itu,  ulasnya.

Maharani, salah seorang perempuan dalam kelompok itu mengaku tidak terima bila kawula muda selalu disalahkan dan dikatakan salah dalam berpakaian.

Menurutnya yang sering menunjukkan contoh tidak baik seperti itu justru yang paruh baya. Sebab, sering tidak berpakaian pada tempatnya.  Lihat saja fenomena jilboobs itu, siapa yang paling banyak berpakaian seperti itu? Menurut saya jika ingin melihat orang yang ber-jilboobs, datang saja ke kantor-kantor. Kadang ada yang sudah punya anak tiga masih pakai jilboobs. Ada juga yang masih pakai legging (celana ketat),  ujarnya.

Siska, salah seorang karyawan swasta di Padang mengakui bahwa memang banyak kalangan ibu-ibu yang salah dalam berpakaian. Kadang hal itu terjadi karena pemahaman soal mode yang tidak keliru, bahkan ikut-ikutan budaya Barat.

 Seakan-akan ada mind set bahwa yang cantik dan menarik itu adalah yang seksi atau menunjukkan lekuk-lekuk tubuh. Kadang melihat kawan memakai yang seksi, lalu tidak mau kalah pula,  ujarnya.

Menyikapi ini, Ulfatmi, dosen IAIN Imam Bonjol yang juga pengurus MUI mengatakan, hal itu terjadi karena perempuan tidak menyadari pengertian jilbab atau pakaian. Dia memaparkan, pakaian dan jilbab adalah hijab, atau penutup aurat. Untuk menutup aurat, ada syaratnya, yaitu tidak boleh jarang, tidak boleh ketat dan menunjukkan lekuk tubuh.

 Jika jarang, berarti di luar tertutup, namun di dalam masih terlihat, meski samar-samar. Jika ketat, kulit tertutup, namun lekuk terlihat. Artinya, bentuk tubuh terlihat, sedangkan itu termasuk dalam aurat,  jelasnya.

Untuk itu, kata dia, seharusnya dalam berpakaian perempuan tidak sekadar ikut trend dan membuang pikiran bahwa yang cantik adalah yang seksi.

 Kadang perempuan ingin tampil cantik, namun salah cara. Yang parah, ada pula suami dan orangtua menyuruh anaknya berpakaian seperti itu. Orangtua takut anaknya tidak laku, sedangkan suami ingin istrinya dipuji teman-teman. Ini pemikiran yang salah,  ulas Ulfatmi.

Dia menilai, orangtua dan suami sangat berperan agar perempuan tidak berpakaian ala jilboobs. Selain itu, perancang mode atau desainer juga punya peranan penting. Jangan sampai dia merancang pakaian muslimah, namun kaidah pakaian muslimah itu sendiri malah dia sendiri tidak memahaminya,  jelas perempuan yang juga pakar keluarga sakinah ini.***
Iklan Anda Have you ever dreamed to live in Vanuatu? Well, your dreams may come true! Visit the site https://vrp-mena.com/lang/index.php to learn how it is possible. Musical Source provides the most up-to-date information on synthesizers for sale at Amazon in the UK. For more details visit this site: https://www.musicalsource.co.uk/synthesizers.php

Artikel Menarik Lainnya :

Loading...

Disqus Comments
© 2017 lintas berita - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger