Bertahan dalam luka diskriminasi

Agama selalu menjadi isu sensitif. Tak jarang keharmonisan hubungan masyarakat pudar jika agama menjadi topik utama dalam pembicaraan. Bahkan pada kondisi tertentu banyak terjadi konflik lantaran tidak adanya kemauan untuk memahami agama lain.

Laku diskriminatif kerap diterima oleh masyarakat golongan minoritas dalam agama. Tindakan itu bisa berupa sindiran, tudingan, pengusiran, dan penyerangan. Hal ini juga dialami oleh pemeluk Bahai, baik dari keluarga, lingkungan sekitar, dan bahkan negara.

"Kalau melihat sejarah agama apapun, pasti ada pro dan kontra. Semua agama itu pasti ada penentangnya," kata Rahmi Rahmi Alfiah Nur Alam, penganut Bahai, saat berbincang dengan merdeka.com Kamis pekan lalu di kawasan Senayan, Jakarta.

Laiknya kondisi agama lain di luar pengakuan negara, umat Bahai juga merasakan masa-masa pahit. Pemerintah pernah melarang agamai ini melalui Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962, bersamaan dengan beberapa organisasi, antara lain Liga Demokrasi, Rotary Club, Divine Life Society, Loge Agung Indonesia, Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization of Rosi Crucians (AMORC). Larangan itu seketika mematikan gerak Bahai di Indonesia. Baca Selengkapnya.... : http://www.merdeka.com/khas/bertahan-dalam-luka-diskriminasi-jejak-bahai-di-indonesia-3.html
Iklan Anda Have you ever dreamed to live in Vanuatu? Well, your dreams may come true! Visit the site https://vrp-mena.com/lang/index.php to learn how it is possible. Musical Source provides the most up-to-date information on synthesizers for sale at Amazon in the UK. For more details visit this site: https://www.musicalsource.co.uk/synthesizers.php

Artikel Menarik Lainnya :

Loading...

Disqus Comments
© 2017 lintas berita - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger